:
:
News
Gubernur Riau Terapkan UU Wisata Halal dalam Pergub

gomuslim.co.id – Pemerintah Provinsi Riau melalui Peraturan Gubernur (Pergub) yang tertuang pada nomor 18 tahun 2019 berisi penetapan destinasi wisata halal. Hal tersebut diterbitkan untuk memberikan keamanan dan kenyamanan pelayanan kepada wisatawan agar menikmati kunjungan wisata yang halal di Provinsi Riau.

Gubernur Riau, Syamsuar mengakui dirinya telah menandatangani Pergub dalam penetapan destinasi wisata halal. Ia mengatakan, Pergub tersebut sebagai komitmen Pemprov Riau menyiapkan regulasi sebelum Gubernur Riau melakukan MoU dengan Menteri Pariwisata dalam rangka mewujudkan pariwisata halal.

“Ya, tanggal 9 April saya bersama Kepala Dinas Pariwisata Riau, Fahmizal Usman, diundang oleh menteri pariwisata untuk menandatangani kerja sama,” kata Syamsuar dalam keterangan pers, Rabu (10/4/2019).

 

Baca juga:

Alhamdulillah, Pariwisata Halal Indonesia Berhasil Duduki Posisi Pertama GMTI 2019


Syamsuar menjelaskan, aturan pariwisata halal bertujuan sebagai pedoman bagi pelayanan kepada wisatawan dan demi kemajuan ekonomi di Riau. Katanya, konsep pariwisata halal dapat menarik kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) dari Timur Tengah.

“Setidaknya kita bisa mengimbangi Thailand yang penduduknya lebih banyak nonmuslim. Selain itu, Pak menteri Pariwisata, Arief Yahya juga pernah bercerita dengan saya, kalau wisatawan asal Timur Tengah sangat royal berbelanja. Mereka belanja setiap hari dan bisa banyak menghabiskan uang dolar. Ini merupakan peluang yang sangat besar ” ucap Syamsuar.

Ia mengungkapkan, dirinya pernah berdiskusi dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Jeddah, dan dapat informasi bahwa masyarakat di sana ternyata sangat tertarik dengan Provinsi Riau.

“Mereka mengetahui kalau di Riau sampai saat ini masih menggunakan tulisan huruf Arab Melayu. Nah, bila ini bisa dipasarkan dengan baik saya kira bisa menjadi daya tarik agar berkunjung ke Riau,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Pariwisata, Arief Yahya pernah mengatakan bahwa Indonesia sebagai salah satu negara yang diperhitungkan dalam industri pariwisata halal (Halal Tourism) dunia. Oleh karena itu sebagai pemain global, Indonesia harus menggunakan standar global yakni Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2019 yang mengadopsi standar GMTI (Global Muslim Travel Index).

Berdasarkan skor IMTI 2019, Provinsi Riau dan Kepulauan Riau di posisi ke-3 dengan nilai skor 63. Sementara, ranking pertama diraih Lombok dengan skor 70 dan ke-2 yaitu Aceh meraih skor 66. Adapun empat kategori dalam penilaian IMTI 2019, yakni akses, komunikasi, lingkungan, dan pelayanan.

Menpar menargetkan tahun ini pariwisata halal mencapai 5 juta wisatawan mancanegara muslim atau tumbuh dari posisi tahun lalu sebanyak 2,6 juta wisman muslim, dengan realisasi hingga November 2018 mencapai 2,4 juta wisatawan muslim. (hmz/kemenpar/tempo/dbs)

 

 

Baca juga:

Punya Potensi Besar, Kemenpar Siapkan Kawasan Ekonomi Khusus Wisata Halal di Jakarta

Responsive image
Other Article
Responsive image