:
:
News
Tuai Pro Kontra, Pembangunan Masjid di Sandwell Inggris Terancam Ditunda

gomuslim.co.id - Anggota dewan kota setempat kabarnya menolak rencana dibangunnya masjid di Sandwell, Inggris. Hal ini menjadi kendala warga Muslim setempat dalam beribadah dengan lebih leluasa. Para pejabat mengatakan, keberadaan masjid bisa menimbulkan gangguan kebisingan dan membuat kemacetan di jalan raya sekitar masjid di Smethwick yang memang telah sibuk. 

Awal pengajuan untuk mendirikan masjid datang dari Gambian Islamic Center. Lembaga ini ingin membuat tempat ibadah di tempat bekas kantor pengacara di Bearwood Road. 

“Sebelumnya tahun lalu, pusat Islam ini juga pernah mengajukan hal serupa. Namun, rencana tersebut gagal,” tulisnya.

Kini, pusat Islam Gambian kembali mengajukan rencana untuk mengubah bangunan tersebut menjadi tempat ibadah. Bangunan tersebut nantinya bisa menampung sekitar 250 orang.  

Seperti yang dilansir dari publikasi The Local Democracy Reporting Service, Anggota Komite untuk Pusat Islam, Baba Njie mengatakan, kepada bahwa pihaknya akan memperkirakan kegiatan sholat Jumat akan menjadi lebih sempit.

 

Baca juga:

Menteri Dalam Negeri Inggris Janji Lindungi Komunitas Muslim

 

“Selama hari-hari biasa dalam sepekan, hanya ada hingga 15 orang di gedung tersebut.  Pada hari Jumat, saya perkirakan sekitar 70 hingga 80 orang akan menghadiri sholat dan banyak yang akan bepergian dengan transportasi umum atau berjalan kaki," ujar Njie, seperti yang dilansir dari publikasi Birmingham Live, Jumat (05/04/2019).  

Namun, dalam sebuah laporan kepada Komite Perencanaan Dewan Sandwell, para pejabat senior telah merekomendasikan penolakan. 

“Proposal tersebut kemungkinan akan menyebabkan masalah keselamatan jalan raya yang signifikan karena dampak kumulatif pada jaringan jalan,” kata dia.

Hal itu sebagai akibat dari bangunan yang digunakan selama masa puncak tertentu, di mana parkir di luar jalan terbatas.  Keberadaan roperti perumahan cenderung menimbulkan gangguan kebisingan. Karena itu, pihak anggota dewan akan memutuskan apakah pengajuan itu diterima atau ditolak pada pertemuan mereka pada 10 April mendatang. (nat/birmingham live/dbs/foto:liputan6)

 

Responsive image
Other Article
Responsive image