:
:
News
Sambut Olimpiade 2020, Investor Malaysia Cari Peluang Bisnis Makanan Halal di Jepang

gomuslim.co.id - Saat ini Jepang sedang bersiap untuk masuknya wisatawan Muslim ke Olimpiade Musim Panas 2020 mendatang. Dalam rangka menyambut hal tersebut, nvestor Malaysia bertindak untuk meningkatkan penawaran makanan dan minuman halal negara itu.

Setelah dua tahun berdiskusi, Departemen Pengembangan Islam Malaysia (JAKIM) memberikan sertifikasi halal untuk usaha patungan untuk mendirikan dapur sentral halal di Jepang.

Dapur tersebut, dijuluki Halal Kitchen Raku, adalah perusahaan patungan antara perusahaan makanan Malaysia, Bangi Golf Resort, dan perusahaan Jepang Curetex Corporation. Ini bertujuan untuk melayani wisatawan Muslim.

Dapur ini terletak di selatan Jepang, dan akan memasok makanan halal kemasan siap saji mulai tahun ini ke restoran di Tokyo. Makanan juga akan dikirim ke hotel-hotel di bawah rantai Marriott di Tokyo.

Direktur JAKIM Sirajuddin Suhaimee mengatakan dapur akan menghasilkan makanan yang mencakup masakan Jepang dan makanan dari Asia Tenggara. Dapur akan menyajikan makanan kemasan yang mencakup rendang daging sapi, kari ayam, sate dan mee jawa.

 

Baca juga:

Dukung Olimpiade 2020 Tokyo, Ini Ambisi Malaysia Kuasai Pasar Halal

 

Selain itu, Mr Soh Chung Ky, Direktur Bangi Golf Resort mengatakan kolaborasi ini memungkinkan dapur untuk menggabungkan masakan Melayu dan Jepang terbaik.

“Bisa Anda bayangkan, saus rendang buatan Malaysia, daging sapi wagyu dari Jepang. (Kami ingin) menggabungkan keduanya bersama dan memasarkannya ke seluruh dunia,” katanya, seperti dilansir dari publikasi ChannelNewsAsia, Kamis, (04/04/2019).

Mr Soh menambahkan bahwa Halal Kitchen Raku sedang mencari untuk bekerja dengan penyelenggara Olimpiade Tokyo 2020 resmi untuk memberikan makanan kepada wisatawan dan atlet.

“Dalam hal halal, kita tidak hanya berbicara tentang aspek keagamaannya. Kita berbicara tentang keamanan pangan. Halal adalah keamanan pangan 80 persen, dan aspek agama 20 persen,” kata Soh.

Selain dapur sentral halal, Sirajuddin menambahkan bahwa JAKIM bekerja dengan restoran di Jepang untuk mendapatkan sertifikasi "Ramah Muslim" sebagai cara menyediakan makanan halal tanpa mengganggu bisnis reguler mereka.

Dia mencatat bahwa sebagian besar restoran di Jepang menyajikan alkohol, seperti sake, dan ada sedikit nafsu makan bagi pemilik untuk melepaskan ini dengan imbalan sertifikasi halal penuh. (fau/nca/dbs)

 

Baca juga:

Makin Muslim Friendly, Kawasan Wisata Gunung Fuji Sediakan Ruang Sholat dan Resto Halal

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store