:
:
News
Aplikasi ‘Kedai Muslim’ Dorong Pebisnis Muslim Malaysia Berkembang

gomuslim.co.id – Pebisnis muslim asal Malaysia, Ahmad Hafizuddin Mohammad siap meluncurkan aplikasi ‘Kedai Muslim’ pada April ini. Peluncuran aplikasi ini merupakan perpanjangan dari situs web yang sekarang telah mencantumkan lebih dari 1.000 bisnis milik Muslim di Negeri Jiran.

"95 persen pengguna situs menjelajahi web dari ponsel mereka, jadi saya memutuskan untuk mengerjakan aplikasi akhir tahun lalu," kata Ahmad seperti dilansir dari publikasi Salaam Gateway, Selasa (02/04/2019).

Gagasan membuat Kedai Muslim dimulai pada awal 2017 ketika Ahmad mulai berencana untuk merenovasi rumahnya. “Saya mencari-cari toko perangkat keras yang dimiliki oleh umat Islam. Sangat sulit, saya tidak dapat menemukannya. Hanya setelah beberapa saat saya menemukan ada satu di seberang apartemen saya,” katanya.

Pekerja di sektor minyak dan gas ini menyebut, visibilitas bisnis Muslim sangat rendah, meskipun ada di negara mayoritas Muslim. Dia percaya banyak Muslim akan mendukung dan memprioritaskan mendukung sesama Muslim dalam bisnis, jika menemukan hal yang lebih baik.

“Sebagai contoh di sebuah bangunan komersial, bangunan non-Muslim mungkin terletak di blok utama atau barisan depan, karena mereka dapat membayar tarif sewa yang lebih tinggi, sedangkan bisnis Muslim mungkin terletak lebih jauh di blok belakang, membuat mereka kurang terlihat oleh pelanggan potensial,” jelas Ahmad.

Dengan mendukung perusahaan-perusahaan milik Muslim, pada gilirannya akan mengangkat rantai pasokan mereka. Hal demikian mengingat banyak produk yang atau dijual oleh pebisnis Muslim masih dalam jangkauan yang sangat terbatas.

“Ini sebagian besar masalah distribusi dan pemasaran. Umat Islam juga tidak mengendalikan rantai pasokan di pasar lokal mereka, ”katanya.

Untuk menjangkau pengguna, pebisnis dapat mendaftar di Kedai Muslim secara gratis. Pada bulan Februari, tercatat ada 73.000 pengguna mengunjungi situs tersebut, menurut layanan analytics SimilarWeb.

 

Baca juga:

Perusahaan Asal Malaysia Ini Produksi Sarung Tangan Halal

 

Untuk tahap pertama, Kedai Muslim akan memungkinkan pengguna untuk memilih berdasarkan kategori bisnis dan lokasi pilihan. Ahmad sedang berupaya memperluas basis data Kedai Muslim, dengan mengatakan bahwa ia akan beralih ke kemitraan untuk meningkatkan daftar setelah peluncuran aplikasi.

“Kami sedang mencari kemitraan dari asosiasi bisnis Muslim, koperasi serta Departemen Pengembangan Islam Malaysia (JAKIM). Kami membutuhkan lebih banyak bisnis untuk ditampilkan dalam basis data kami,” katanya.

Ia berharap Kedai Muslim akan melayani kebutuhan bisnis-ke-bisnis (B2B) dan bisnis-ke-konsumen (B2C). Menurutnya, sebagian besar perusahaan dalam database adalah bisnis otomotif, perangkat keras dan farmasi.

"Kami juga mencari untuk memiliki fitur pengguna dan masuk bisnis serta menyaring pemilik bisnis yang akan dimasukkan dalam database," katanya.

Bisnis disaring untuk memastikan mereka benar-benar dimiliki oleh Muslim, dan Kedai Muslim bahkan tidak akan menerima perusahaan yang menghasilkan produk bersertifikat halal yang dimiliki oleh non-Muslim.

“Aplikasi ini akan dikembangkan lebih lanjut dengan rencana untuk forum komunitas, ulasan pelanggan dan fitur penilaian,” kata Ahmad.

Dia tidak menghasilkan uang dari aplikasi dan semua pengeluaran sudah keluar dari kantong. Dia tidak mengelola situs web sendiri, tetapi meminta bantuan dari beberapa orang dengan "pemrograman dan latar belakang IT" untuk mengembangkan aplikasi.

“Kami mengeluarkan uang kami sendiri untuk mengembangkan aplikasi ini. Sejauh ini kami telah menghabiskan 9.000 ringgit ($ 2.214),” tutupnya. (njs/salamgateway)

 

Baca juga:

Produk Halal Malaysia Siap Ramaikan Pasar Indonesia

 

Responsive image
Other Article
Responsive image