:
:
News
Kemenag Rancang Aplikasi Sistem Peringatan dan Respon Dini Konflik Keagamaan

gomuslim.co.id – Kementerian Agama melalui Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta (BLAJ) merancang aplikasi Sistem Peringatan dan Respon Dini Konflik Keagamaan yang berfungsi mengevaluasi Kebijakan dan Pembahasan Draf Executive Summary Penelitian Sistem Peringatan dan Respon Dini Konflik Keagamaan di Indonesia.

Kepala BLAJ Nurudin Sulaiman mengatakan konsep awal pembuatan sistem ini tercetus sekitar pertengahan 2018. Penelitian tentang pola konflik keagamaan yang telah dilakukan BLAJ menjadi dasar pembangunan sistem peringatan dan respons dini konflik keagamaan.

“Kemudian ada inisiatif untuk membangun sistem yang dapat memfasilitasi diperolehnya informasi tentang kejadian atau peristiwa konflik dari sumber primer di lapangan, sebagai alternatif informasi yang disediakan media massa,” ujarnya, di Hotel Soll Marina, Tangerang Selatan, Senin (1/4/2019).

Menurutnya, pembahasan yang sekarang ini dilakukan masih tahap awal. Masih perlu beberapa tahapan lagi agar sistem ini bisa bisa berjalan. Melalui sistem dan aplikasi tersebut, diharapkan dapat mendeteksi dini gejala atau potensi terjadinya konflik.

 

Baca juga:

Kemenag Serahkan Lebih dari Rp 1,6 Miliar untuk Korban Banjir Sentani


“Deteksi dini itu nantinya bisa menjadi basis melakukan tindakan mencegah konflik agar tidak mengalami eskalasi atau berubah menjadi kekerasan,” tutur Nurudin di hadapan 70 peserta dari kalangan pejabat Kemenag dan perwakilan lembaga atau ormas keagamaan di Jabodetabek.

Sementara itu, Kepala Biro Humas, Data dan Informasi Kemenag, Mastuki Hs, menyatakan sistem ini mempertegas bila negara hadir dalam menyelesaikan isu-isu keagamaan. Tidak hanya hadir dalam bentuk struktur dan regulasi saja.

“Sistem ini memang cara baru bagaimana kita bisa mengantisipasi isu-isu keagamaan. Secara teknologi, aplikasi ini sangat mungkin dilakukan,” jelas Mastuki.

Sedangkan Kepala Biro Hukum dan Kerjasama Luar Negeri Kemenag Achmad Gunaryo memaparkan, perlu diskusi antarinstansi dan pemerintah agar sistem ini berjalan maksimal. Untuk itu, perlu dirumuskan regulasi dan tentunya anggaran. 

“Ini merupakan sebuah ikhtiar bagus untuk ditindaklanjuti. Akan tetapi, ini harus dipikirkan secara hati-hati. Dilihat dari tanggung jawabnya, apakah nantinya sistem ini ada di bawah Kementerian Agama atau juga melibatkan institusi pemerintah lainnya. Nah, ini perlu kita diskusikan lagi,” tandas Gunaryo.

Sebelumnya, rancangan aplikasi sistem peringatan dan respons dini konflik keagamaan itu dipresentasikan dalam rapat dengan Menteri Agama pada 14 Desember 2018. Dalam rapat tersebut, Menag Lukman Hakim Saifuddin memberi apresiasi positif terhadap upaya pembangunan sistem peringatan dan respons dini konflik keagamaan. (hmz/release/kemenag)

 

 

Baca juga:

Perkuat Mutu Pendidikan Vokasi di Madrasah, Kemenag-Kemenko Perekonomian Jalin Sinergi

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store