:
:
News
Founder Tamasia dan Maungaji Berbagi Tips Berwirausaha Berbasis Syariah

gomuslim.co.id – Tamasia menggelar seminar bertajuk ‘Sukses Menjadi Entrepreneur Berbasis Syariah’ di Menara BTPN, Mega Kuningan, Jakarta, Minggu (31/03/2019). Seminar ini menghadirkan dua narasumber utama yakni Muhammad Assad (CEO & Founder Tamasia) dan Muhammad Khodir (Founder & CEO Maungaji.co.id).

Dalam pemaparannya, Khodir berbagi tips tentang berwirausaha atau menjadi entrepreneur dengan mengedepankan nilai-nilai syariah. Menurutnya, hal pertama yang harus dilakukan sebelum memulai berwirausaha adalah meluruskan niat hanya karena Allah SWT.

“Jika kita ingin memulai usaha, luruskan dulu niat untuk ibadah dan penyebaran manfaat seluas-luasnya. Insya Allah semuanya akan dimudahkan, diberi jalan dalam usahanya. Kedua, ikhlaskan niat dan lakukan dengan cinta. Semua yang kurang akan didatangkan oleh Allah baik modal, partner serta semua kemudahan lainnya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Khodir menuturkan menjadi seorang entrepreneur artinya harus siap 24 jam mencurahkan semuanya. Mulai dari mempelajari bisnis dan tren sampai meng-upgrade diri setiap hari. “Ketiga, di sela-sela rutinitas, sempatkan untuk mengaji, membaca Alquran setiap hari. Kalau ingin mencapai sesuatu, harus lebih mendekatkan diri kepada Allah,” paparnya.

Dalam perjalanan berwirausaha, kata dia, akan selalu ada kendala yang dihadapi. Maka dari itu, yang keempat, penting untuk mencintai setiap prosesnya dan sabar. “Ketika kita mencintai prosesnya, kamu telah memenangkan permainan. Meski mentok, ditolak, atau kurang diterima, hadapi semua dengan lapang,” katanya.

 

Baca juga:

Ini Tips Sukses Jadi Pengusaha Bisnis Syariah ala CEO Tamasia Muhammad Assad

 

Kelima, fokuskan pada diri sendiri, jangan pernah membandingkan diri dengan orang lain. Karena tidak ada yang tahu bagaimana setiap orang kapan memulai bisnisnya kapan, bagaimana hambatannya. “Buat happy aja dengan apa yang kita buat. Nanti kita akan tahu value kita sendiri,” jelasnya.

Selanjutnya yang keenam, berserah diri kepada Allah menjadi kunci dalam berwirausaha. Rencana Allah selalu lebih baik dari rencana manusia. “Dan ketujuh, ketika sudah mengeksekusi kemudian gagal, maka tidak ada pilihan lain selain bangun lagi. Terus bergerak berjuang sampai mimpimu tercapai,” katanya.

Menurutnya, siapa pun bisa jadi enterpreneur di era digital ini. Hal terpenting yang dibutuhkan adalah seberapa besar kemauan itu dan seberapa bulat tekad seseorang untuk belajar.  “Banyak yang bisa dipelajari. Mau apa pun, usaha online banyak. Intinya kita belajar atau enggak. Mau mulai atau enggak. Semua akses sekarang banyak yang gratis. Sosial media mempermudah semuanya,” tutupnya.

Pada kesempatan yang sama, Muhammad Assad mengatakan era digital memberikan peluang sekaligus tantangan bagi entrepreneur. Meski ada riset yang menyebutkan 10 juta lapangan kerja bakal hilang, tetapi saat bersamaan ada banyak pekerjaan baru yang bermunculan.

“Sekarang hampir semua punya smartphone. Ini jadi peluang buat yang mau jadi entrepreneur. Intinya, kalau mau jadi entrepreneur, mulai dulu, luruskan niatnya. Beriwirausaha ini bagian dari muamalah. Dalam kaidah, muamalah itu semua boleh sampai ada dalil yang melarangnya. Berbeda dengan akidah, semua dilarang sampai ada contoh yang membolehkan,” ungkapnya. (njs)

 

 

Baca juga:

Ini Platform Digital Jual Beli Emas Syariah Pertama di Indonesia

 

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store