:
:
News
Kemendikbud Ajak Kemenag Kaji Ulang Kurikulum Pelajaran Agama Tentang Toleransi

gomuslim.co.id – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bersama Kementerian Agama terus mengkaji ulang kurikulum pelajaran agama di sekolah. Pendidikan agama dinilai masih berorientasi pada aspek kognitif.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy. menerangkan, dalam konteks terkini, kurikulum yang ada perlu mengandung materi tentang toleransi serta upaya menangkal intoleransi. Karena saat ini, kurikulum agama yang didapat para siswa cenderung hanya berbasis pengetahuan dalam lingkup sempit.

Menurutnya, toleransi perlu dimasukkan dalam kurikulum pendidikan agama. Sebab, sikap yang toleran dapat menjaga kesatuan dan persatuan di tengah masyarakat, apalagi Indonesia merupakan negara yang amat multikultur.

"Indonesia harus menjaga kerukunan. Multikultural tidak dimiliki oleh bangsa lain. Agama menjadi sesuatu yang sangat dashyat dengan catatan, kita menjaga yang kuncinya adalah toleransi," kata Mendikbud di Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) Yogyakarta, Selasa (26/3/2019).

 

Baca juga:

Kemenag Pastikan Pendidikan Agama dalam Kurikulum Aka Makin Berkembang dan Berkualitas


Ia menyebut, selama ini pelajaran agama yang didapat para siswa hanya berbasis pengetahuan yang bersifat deterministic. Pengetahuan deterministic ini membuat siswa melihat agama dalam lingkup sempit.

“Orientasinya sangat terlalu serba pengetahuan, pengetahuannya itu sangat determenistic. Isinya itu pokoknya adalah agama yang dianut si anak itu paling benar dan (yang lain) tidak benar. Dan ini yang membuat pandangan anak sejak dini terlalu sempit ya,” jelasnya.

Katanya, di Indonesia permasalahan terkait intoleransi ini sangat kompleks. Intoleransi muncul tidak hanya dalam konteks hubungan antarumat beragama, tetapi juga di internal umat suatu agama.

"Masing-masing kelompok berusaha menyakinkan apa yang ada dalam kelompoknya benar yang lain salah. Sehingga membesar antar (umat) agama," tutur Muhadjir.

Hal ini yang disebut membuat siswa akan menjadi intoleransi dengan agama lainnya. Oleh karena itu,  pendidikan Pancasila nanti akan disesuaikan yang intinya ruh atau semangat dalam membangun kebersamaan, toleransi, menjaga persaudaraan, serta persatuan dan kesatuan.

Dia juga mengungkapkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Agama (Kemenag) dalam rencana menata kembali pendidikan agama. (hmz/kemendikbud/akurat/dbs)

 

 

Baca juga:

Kelas Agama Islam di Jerman Berkembang Pesat 

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store