:
:
News
Jelang Musim Haji 2019, Bandara Radin Inten II Branti Lampung Masih Embarkasi Antara

gomuslim.co.id - Tahun haji 2019 Bandara Radin Inten II Branti Lampung masih belum bisa menjadi bandara embarkasi haji sepenuhnya. Meski sudah menjadi bandara internasional untuk penerbangan umum, namun hal ini belum memungkinkan.

Kepala Sub Bagian Informasi dan Humas Kanwil Kemenag Provinsi Lampung, Istutiningsih mengatakan, musim haji tahun ini, pihaknya masih menggunakan Bandara Radin Inten II sebagai embarkasi haji antara.

Bandara Radin Inten II Branti Lampung yang berada dekat Jalan Lintas Sumatra menjadi tumpuan para CJH Lampung untuk bisa berangkat langsung ke Makkah dan Madinah.  Sejak 2004, Bandara Radin Inten II ditetapkan sebagai bandara embarkasi haji antara. Para CJH harus berangkat dari Bandar Lampung menuju ke Bandara Soekarno-Hatta dan menunggu lagi untuk terbang ke Jeddah atau Madinah.

“Saat ini Bandara Radin Inten II belum berganti status dari embarkasi haji antara menjadi bandara embarkasi haji penuh, karena landasan pacu pesawat khususnya pesawat yang berbadan besar, belum memenuhi persyaratan yang ditentukan. Untuk itu, pada musim haji 2019 CJH masih memanfaatkan layanan embarkasi haji antara,” tutur Istutiningsih, Senin (25/03/2019).

Belum berubah status menjadi bandara embarkasi haji penuh, lanjut dia, maka konsekuensinya CJH harus menambah biaya Ongkos Transit Daerah (OTD) masing-masing daerah kabupaten/kota di Lampung.

 

Baca juga:

Bandara Radin Inten II Lampung Ditargetkan Jadi Embarkasi Haji Penuh pada 2019

 

"Ia masih menggunakan OTD seperti musim haji tahun lalu," kata dia. 

Namun, setelah Keppres tentang biaya perjalanan ibadah haji (BPIH) ditetapkan, CJH sudah mengetahui besaran biaya yang harus disetorkan dan dilunasi untuk masing-masing daerah. Dalam hal ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung akan membahas besaran OTD untuk masing-masing kabupaten/kota. 

Tim dari Pemprov Lampung dan Kanwil Kemenag Lampung telah menanyakan perihal keberadaan Bandara Radin Inten II Lampung kepada Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kemenag RI.

"Tim masih menananyakan keberadaan status bandara embarkasi haji penuh," kata Kepala Bagian Humas dan Komunikasi Publik Pemprov Lampung Heriyansyah.

Dalam waktu dekat, kata Heriyansyah, tim Pemprov dan Kanwil Kemenag dan perwaklan Kabupaten/Kota, akan membahas OTD masing-masing daerah. Mengenai besarannya diperkirakan tidak berbeda jauh dengan OTD musim haji tahun sebelumnya.

Kebutuhan OTD 2018 totalnya Rp 19 miliar untuk 7.074 orang CJH. Rinciannya, Rp 3.163.210 per jemaah. Sedangkan yang ditanggung Pemprov Lampung Rp 790.803, yang dari kabupaten/kota sebesar Rp 2.372.408.  

Nominal OTD 2017 sebesar Rp 3.485.320 per jemaah. Dari jumlah itu bantuan dari Pemda Kabupaten/Kota sebesar Rp 2,6 juta sementara yang menjadi kewajiban subsidi dari Pemprov Lampung sebesar Rp 871.330.  (nat/rep/dbs/foto:senayanpost)

Responsive image
Other Article
gomuslim
Get it on the play store