:
:
News
Dosen Fikom Mercubuana Berikan Edukasi Santri Jadi Konten Kreator

gomuslim.co.id – Dosen Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana Kampus Jatisampurna menggelar kegiatan Pengabdian Masyarakat dengan mengangkat tema “Sosialisasi, Smart Menggunakan Media Sosial dan Menjadi Konten Kreator pada Santri-Santriwati Pondok Pesantren Miftahul Huda Jatisampurna Bekasi” di Pondok Pesantren Miftahul Huda, Jatisampurna, Bekasi.

Salah satu Dosen Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana Kampus Jatisampurna, Santa Lorita Simamora memaparkan tujuan diadakannya kegiatan ini yaitu untuk membuka kesadaran santri-santriwati remaja agar cerdas hati atau pikir dalam menggunakan media sosial dan dapat menjadi konten kreator yang kreatif.

“Kami selaku dosen atau guru, punya tanggung jawab untuk memberikan petuah-petuah ibaratnya atau nasihat-nasihat yang mana petuah-petuah dan nasihat-nasihat ini bermanfaat bagi kalian generasi-generasi penerus bangsa, terutama generasi-generasi agama Islam. Kalian harus menjadi generasi-generasi yang shaleh dan shaleha,” ujar Santa kepada gomuslim, Senin, (18/3/2019).

“Kami mau mengingatkan kalau kita hidup saat ini di era teknologi yang begitu canggih. Dimana kita sudah diterpa untuk menggunakan media sosial. Oleh karena itu, anak-anak sekalian harus cerdas. Cerdas dalam memahami tentang media sosial. Kita harus tahu dahulu tentang dunia internet, supaya kita menggunakan media sosial itu dengan cara yang cerdas, bahkan kita bisa menjadi apa yang disebut dengan konten kreator. Kalian itu bisa berkreativitas, menciptakan sesuatu dengan media sosial, sesuatu yang positif, yaitu konten-konten kreatif dalam format tutorial, seperti cara membaca Alqur’an dengan tartil, contoh lain membuat tulisan-tulisan kreatif mengajak sesama remaja untuk rajin shalat lalu di-upload ke dunia internet (YouTube atau Instagram),” tambahnya

Ia mengaku, alasan dirinya mengabdi kepada masyarakat pada kali ini adalah untuk difocuskan kepada santri dan santriwati pondok pesantren yang notabene tidak dapat menggunakan alat komunikasi. Akan tetapi, Katanya, hal tersebut tidak untuk menutup secara keseluruhan dalam perkembangan zaman. Oleh karena itu, dengan pengabdiannya, ia akan terus membimbing para santri untuk tetap dapat menggunakan internet tapi dengan terstruktur agar tidak adanya kekhawatiran penyalahgunaan.

“Insya Allah, kami akan membimbing mereka untuk tetap bisa menggunakan internet tapi terstruktur. Karena pentingnya internet saat ini, untuk memberikan edukasi kepada mereka dari apa yang menjadi rasa ingin tahu mereka. Karena adanya google saat ini, akses informasi sangat mudah mereka dapatkan. Semua tetap akan dalam pantauan kami,” ungkapnya.

 

Baca juga:

Hadapi Era Modern, Dosen Fikom Ini Ajak Remaja Belajar Agama Lewat Media Digital


Ia berpesan agar para remaja menggunakan teknologi canggih untuk belajar agama dan menghindari untuk membuka konten-konten yang buruk. Karena segala apa yang dilakukan di dunia, akan dimintai pertanggungjawabannya di akhirat. Termasuk para remaja yang sudah balig, yang dosanya sudah ditanggung sendiri.

“Kalian yang sudah balig, artinya sudah dianggap memahami mana yang baik mana yang buruk dan mana yang benar mana yang salah. Kalau balig dosanya sudah ditanggung sendiri atau sudah tidak ditanggung orang tua. Maka tindakan yang kita perbuat akan dicatat oleh malaikat pencatat amal baik dan buruk manusia, Rakib dan Atid. Apa yang kita lakukan nanti akan di-flashback. Apa yang kita lakukan, pikirkan dengan baik karena akan dipertanggungjawabkan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Yang rugi kita sendiri. Sebaik-baik manusia di dunia ini, belum tentu dijamin masuk surga. Yang sudah dijamin masuk surga, yaitu nabi, Rasulullah, dan 10 sahabat nabi,” kata Santa kepada para Santri dengan penutup. (hmz/gomuslim)

 

Baca juga:

STKIP Muhammadiyah Gandeng UAD untuk Naik Tingkat Jadi Universitas

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store