:
:
News
Masya Allah, Warga Selandia Baru Tunjukkan Solidaritas dari Galang Dana Hingga Sediakan Makanan Halal

gomuslim.co.id – Pasca penembakan yang terjadi di dua masjid dan menewaskan 50 orang jamaah, warga Selandia Baru beramai-ramai menunjukkan solidaritasnya terhadap komunitas Muslim. Beragam aksi solidaritas mulai dari penggalangan dana, menyumbang makanan halal, sampai menawarkan untuk menemani umat Muslim setempat yang merasa takut keluar rumah.

"Kami sangat ingin dan senang dapat membantu. Kami akan berusaha untuk menjaga hal-hal yang konsisten dengan dukungan untuk para keluarga korban," ujar penggagas Aksi Solidaritas Yoti Iaonnou seperti dilansir AFP News Agency, Senin, (18/03/2019).

Bersama istrinya, Yoti kepada penduduk setempat untuk ikut menyumbangkan makanan halal. Makanan halal tersebut diperuntukkan bagi puluhan kerabat korban yang menunggu di rumah sakit kota dan yang sedang menanti kabar tentang anggota keluarga mereka yang sedang berjuang untuk hidup.

 

Baca juga:

Pasca Serangan Masjid Selandia Baru, Khalil Center Amerika Utara Ini Gelar Healing Together di Empat Kota

 

Hal tersebut memperoleh respon yang positif, warga justru mengantre untuk memberikan makanan. Aksi solidaritas juga diberikan seorang wanita asal Wellington, Lianess Howard yang menuliskan tawaran untuk menemani perempuan Muslim di Wellington yang merasa tidak aman karena situasi pasca serangan.

"Jika ada wanita Muslim di Welliongton yang merasa tidak aman sekarang, saya akan berjalan bersama Anda, menunggu di halte bus dengan Anda, duduk di bus bersama Anda atau pun menemani Anda saat berbelanja," tulisnya, yang kemudian menjadi viral di Twitter setelah tangkapan layarnya dibagikan lebih dari 16.000 kali.

Sementara itu, warga lainnya menunjukkan dukungan mereka dengan membawa karangan bunga dan menaruhnya di dekat lokasi insiden sebagai wujud turut berduka cita. Termasuk Wendy dan Andy Johnson yang memetik pakis perak, tanaman yang menjadi simbol nasional Selandia Baru, dari kebun mereka untuk ditempatkan di dekat lokasi serangan.

"Mereka berhak untuk beribadah dan berdoa seperti yang mereka inginkan di kota ini, tanpa penghakiman atau pembunuhan. Sungguh mengerikan karena ini terjadi di kota kami,” tuturnya.

Di seluruh penjuru Selandia Baru, penggalangan dana dilakukan dengan dua kampanye yang paling menonjol telah mengumpulkan lebih dari 3,2 juta dollar Selandia Baru (sekitar Rp 31 miliar) dalam waktu 24 jam pascaserangan. (nov/dbs/AFP)

 

Baca juga:

Instansi dan Lembaga Kemanusiaan Indonesia Mengutuk Tragedi yang Terjadi di Selandia Baru

Responsive image
Other Article
Responsive image