:
:
News
Meski Peluang Produk Halal Meningkat di Eropa, Begini Kendalanya

gomuslim.co.id - Ekonom Institute for Development of Economic and Finance (Indef) Andry Satrio Nugroho menjelaskan, pasar industri halal di Eropa memang ada. Akan tetapi, tidak sebesar di Afrika dan Timur Tengah. Setidaknya ada enam negara atau daerah (sekitar Eropa) yang mayoritas Muslim penduduknya, yakni; Turki, Azerbaijan, Kazakh stan, Albania, Bosnia, dan Kosovo.

“Kita melihat, dari negara-negara tersebut masih belum ada perjanjian perdagangan bilateral dengan Indonesia yang cukup masif kecuali Turki,” tutur Andry.

Meski begitu, kata dia, bila dilihat dari jumlah, walau bukan mayoritas, Jerman justru yang mempunyai penduduk Muslim terbesar, lalu Prancis, disusul Inggris. Negara-negara itu diisi oleh para imigran Muslim.

"Saya rasa ini pasar yang perlu digarap tentunya melalui bantuan pemerintah. Ini dipermudah karena negara-negara tersebut sudah memiliki perjanjian perdagangan dengan Indonesia," paparnya.

Selain Eropa, pasar baru yang potensial masih di Afrika. Ini ditopang dari segi pendapatan masyarakat di negara-negara yang mulai mengalami peningkatan dan memiliki preferensi konsumsi beragam, di tambah penduduk Muslim yang tidak sedikit.

"Sehingga, produk impor dari Indonesia. Khususnya halal masih dapat berkembang di kawasan tersebut," katanya.

Dalam hal ini, PT Sentra Food Indonesia Tbk (SFI) berencana mulai menjajaki ekspor ke pasar Eropa tahun ini. Karena, pasar Eropa cukup potensial bagi bisnis perusahaan.

“Sekarang di seluruh Eropa, penduduk Muslim-nya sudah sekitar 70 juta. Sedangkan, produk kita sudah halal semua, sehingga pas," ujar Presiden Direktur SFI Agustus Sani Nugroho.

Meski demikian, pasar Eropa masih sulit untuk ditembus. Tak hanya peraturannya yang ketat, tapi juga harga jualnya sangat kompetitif.

"Maka, tahun ini kita akan coba (ekspor), tapi nggak punya target khusus. Lagi pula, pangsa pasar makanan di Indonesia pun masih besar sekali," kata Agustus.

 

Baca juga:

Mudah Pendidikan Islam Hingga Makanan Halal, Begini Perkembangan Islam di Georgia

 

Sebelumnya, jumlah populasi Muslim di Eropa memang diproyeksikan meningkat. Salah satu penyebabnya adalah adanya konflik di Suriah dan negara-negara berpenduduk mayoritas Muslim lainnya yang menyebabkan para penduduknya melarikan diri dan masuk ke negara-negara Eropa.

Pew Research Center mempublikasikan penelitian mengenai proyeksi jumlah Muslim di Eropa yang diproyeksikan akan meningkat. Dalam riset tersebut, Muslim di Eropa menyumbang pertumbuhan penduduk di Eropa sebanyak 4,9 persen pada 2016.

Lebih tepatnya, pada pertengahan 2016 diperkirakan jumlah penduduk Muslim mencapai 25,8 juta atau 4,9 persen dari ke seluruhan populasi. Angka itu meningkat dari 19,5 juta (3,8 persen) dibanding kan 2010.

“Pada tahun itu pula riset menunjuk kan beberapa negara di Eropa, seperti di Prancis, Jerman, Inggris, Italia, Belanda, dan Spanyol memiliki estimasi kenaikan jumlah penduduk Muslim,” tulisnya.

Contohnya saja Prancis yang menunjukkan 8,8 persen dari jumlah penduduknya atau sebanyak lima juta penduduknya merupakan Muslim. (nat/indef/dbs/foto:ist)

 

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store