:
:
News
Sekjen Kemenag: Proses Penyediaan Akomodasi Haji Indonesia Rampung 50 Persen

gomuslim.co.id – Persiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2019 terus dilakukan. Terkait proses penyediaan akomodasi bagi jamaah haji Indonesia di Arab Saudi, pemerintah mengklaim telah rampung 50 persen.

Hal demikian disampaikan Sekretaris Jenderal Kementerian Agama M Nur Kholis Setiawan baru-baru ini. "Proses penyediaan, utamanya terkait layanan akomodasi jamaah haji di Arab Saudi, dalam rentang sebulan ini alhamdulillah sudah mencapai 50 persen," kata Nur Kholis dalam keterangan pers, Rabu (13/03/2019).

Adapun tahapan penyediaan pelayanan bagi jamaah haji meliputi persiapan, seleksi, penetapan dan pengajuan usul penyedia layanan yang akan dikontrak. "Tim penyediaan akomodasi bertugas untuk menyiapkan, memilih dan mengusulkan penyediaan akomodasi jamaah haji dengan prinsip yang efektif, transparan dan akuntabel," katanya.

Ia menyebut panitia penyelenggara pelayanan haji membutuhkan akomodasi untuk 210.697 orang, termasuk 204.000 di antaranya untuk anggota jamaah haji reguler, petugas kloter dan nonkloter, sisa penempatan dan cadangan. Sedangkan di Madinah, dibutuhkan akomodasi untuk 209.967 orang.

"Tim Akomodasi dengan 12 personel akan bertugas selama 86 hari. Ini baru sebulan. Saya optimistis target akan segera terpenuhi tepat waktu," ungkapnya.

Nur Kholis mengatakan penempatan jamaah di Mekkah tahun ini akan menggunakan skema baru. Jamaah akan ditempatkan di wilayah atau zona tertentu berdasarkan kelompok asal daerah.

Ia menambahkan, skema zonasi akan mempermudah pengawasan pelayanan serta menekan permasalahan perbedaan budaya dan kendala bahasa. "Penerapan metode tersebut tentu akan dapat diikuti dengan penyesuaian pelayanan katering jamaah, yang diharapkan akan semakin mudah pengkondisiannya dengan menyesuaian cita rasa sesuai dengan selera daerah masing-masing," paparnya.

 

Baca juga:

Asphurindo Mulai Gelar Persiapan Akomodasi Haji Khusus Tahun Ini

 

Sementara itu, Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Sri Ilham Lubis mengatakan proses pengadaan layanan katering sudah masuk tahapan peninjauan secara langsung ke lapangan. Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan dapur perusahaan yang telah mengajukan penawaran.

"Ini adalah tahapan kelima, setelah pengumuman pengadaan, penerimaan pendaftaran, Aanwijzing serta pengajuan penawaran dan peyerahan berkas kelengkapan administrasi," kata dia.

Sedangkan, proses penyediaan layanan transportasi, masih dalam tahap penerimaan pendaftaran dari perusahaan transportasi untuk pelayanan bus angkutan antarkota dan bus shalawat.

Ia menjelaskan, angkutan antar kota direncanakan 6 rute perjalanan, yaitu Bandara Amir Muhammad bin Abdul Azizi (AMAA) ke Hotel di Madinah, dari Madinah ke Makkah, dari Makkah ke King Abdul Aziz International Airport (KAAIA) Jeddah, dari KAAIA Jeddah ke hotel di Makkah, dari Makkah ke Madinah, serta dari Madinah ke Bandara AMAA.

“Dengan rute itu, akan dijalankan total 14.409 trip yang akan dikelola oleh Naqabah (organisasi asosiasi perusahaan angkutan) dan syarikah atau perusahaan. Untuk layanan shalawat (shuttle bus ke Masjidil Haram Makkah) direncanakan akan menggunakan 395 bus selama beroperasi,” jelasnya.

Pekan ini, Komisi VIII DPR RI yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi Marwan Dasopang beserta Tim Panja BPIH tahun 2019 berkunjung ke Arab Saudi untuk meninjau proses penyiapan layanan kepada Jemaah haji di Arab Saudi. (njs/rls/antara/foto:mazafit)

 

Baca juga:

Sejumlah Kantor VFS Tasheel Sudah Mulai Rekam Biometrik Jemaah Haji Indonesia

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store