:
:
News
ACT Bagikan Ratusan Humanity Card untuk Masyarakat Penjaga Al Aqsa

gomuslim.co.id – Lembaga Kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) terus menyalurkan bantuan masyarakat Indonesia untuk masyarakat Palestina. Salah satunya pembagian ratusan bantuan pangan dalam bentuk Humanity Card.

Andi Noor Faradiba dari Global Humanity Response (GHR) – ACT mengatakan pada Januari-Februari lalu, pihaknya telah membagikan Humanity Card kepada murabithun yang menjaga Al Aqsa.

“Program ini diperuntukkan bagi para 300 kepala keluarga murabithun Masjid Al Aqsa di Yerusalem, Tepi Barat. Dengan Humanity Card mereka dapat berbelanja sesuai jumlah top-up kartu tiap bulannya,” ujarnya.

Ikhtiar bangsa indonesia menjaga Palestina dari kelaparan telah dilakukan sejak 12 tahun silam. Pada periode 2006-2007, ACT menunaikan bantuan itu dalam bentuk paket pangan. Hingga saat ini, ikhtiar itu terus dilakukan dalam wujud program yang lebih variatif.

“Penerima manfaat Humanity Card Gaza dan al Aqsa hingga akhir 2018 telah mencapai 50 ribu jiwa,” kata Andi.

Bukan hanya di Yerusalem, bantuan kemanusiaan masyarakat Indonesia juga disampaikan ACT kepada para pengungsi di Gaza. Desember hingga Februari lalu, ratusan selimut, kasur, penghangat ruangan, plastik nilon (digunakan untuk menutupi atap atau dinding yang bocor), bahkan hingga bantuan sewa rumah untuk keluarga yang terancam harus hidup di jalanan di musim dingin diberikan kepada warga Gaza.

 

Baca juga:

Lewat Program Indonesia Humanitarian Center, ACT Jaga Ketersediaan Pangan di Jalur Gaza

 

Seperti diketahui, provokasi polisi Israel kepada jemaah Palestina di Masjid Al Aqsa selama tiga tahun terakhir mengakibatkan sejumlah orang terluka. Keadaan masjid juga rusak karena polisi Israel menggunakan granat, peluru, dan gas air mata. Israel pun menyatakan masyarakat pelindung Al Aqsa, yang disebut murabithun, sebagai kelompok ilegal.

Para murabithun tetap tidak gentar walau kerap mendapatkan perlakuan kasar berupa serangan.  Mereka tetap memelihara masjid Al Aqsa di tengah ancaman hidup yang mereka terima serta keterbatasan finansial yang ada.

Keadaan itu membuat masyarakat dunia berempati atas keadaan para murabithun, termasuk masyarakat Indonesia. Jarak sejauh lebih dari 13 ribu kilo meter tidak menghalangi para dermawan Indonesia untuk membantu mereka.

Konflik membuat ketahanan pangan di Palestina lemah. Berdasarkan data yang dirilis Reliefweb pada awal 2019, kerawanan pangan terjadi pada 15 persen pengungsi, seperempatnya melanda para pengungsi yang tinggal di kamp pengungsian. (njs/act)

 

Baca juga:

IHC Bersama ACT Terus Perhatikan Gizi Makanan Warga Suriah dalam Peduli Kemanusiaan

Responsive image
Other Article
gomuslim
Get it on the play store