:
:
News
Begini Tanggapan SAPUHI dan HIMPUH Soal Larangan Penggunaan Istilah Wisata Religi dari Kerajaan Saudi

 

 

gomuslim.co.id – Pemerintah Arab Saudi telah melarang penggunaan istilah wisata religi untuk merujuk pada penyelenggaraan ibadah haji dan umrah. Sehubungan dengan itu, beberapa pihak pun angkat bicara, tak terkecuali Syarikat Penyelenggara Umrah dan Haji Indonesia (SAPUHI) dan Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (Himpuh) Baluki Ahmad.

Baik pihak Himpuh maupun Sapuhi, keduanya menganggap larangan ini tidak akan berpengaruh besar terhadap minat wisatawan akan ibadah haji dan umrah.

“Apalah arti sebuah nama, yang penting niat Ibadah kepada Allah SWT. Itu yang paling penting,” kata Ketua Umum Sapuhi, Syam Resfiadi.

Dia juga meyakini, pelarangan penggunaan istilah wisata religi itu tidak akan berpengaruh bagi seluruh agen biro perjalanan di Indonesia. Bagaimanapun, dia menegaskan, pihaknya tetap memakai istilah umroh dan haji untuk komunikasi dengan klien dan pelanggan.

 

Baca juga:

Kerajaan Saudi Larang Istilah Wisata Religi untuk Paket Perjalanan Haji dan Umroh

 

“Tidak akan ada pengurangan. Kita di Indonesia akan tetap menggunakan istilah umrah (dan) haji," pungkasnya.

Hal senada disampaikan Ketua Umum Himpuh, Baluki Ahmad.

“Saya kira baik-baik saja, bahkan statusnya menjadi jelas,” ujar Baluki.

Menurut dia, selama ini status perjalanan haji dan umrah masih belum jelas. Bahkan dalam keputusan Dirjen Pajak, perjalanan ini masih dikenakan pajak karena belum adanya status jelas mengenai perjalanan haji dan umrah.

“Perjalanan Umrah dan Haji adalah perjalanan ibadah yang sementara ini menjadi ranah abu-abu di dalam keputusan Dirjen Pajak, dan menyangkut perjalanan umrah masih dikategorikan sebagai objek yang terkena pajak,” jelas dia. (nov/republika)

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store