:
:
News
DMC Bersama Dompet Dhuafa Tanggap Evakuasi Lansia Korban Banjir di Ngawi

gomuslim.co.id – Tim Disaster Management Center (DMC) bersama relawan Dompet Dhuafa terus mengevakuasi sejumlah lansia maupun korban banjir untuk secepatnya dibawa ke pos pengungsian. Hingga hari ini, curah hujan masih meningkat dan peringatan akan ketinggian air masih diberlakukan oleh Pemerintah.

Direktur Pengembangan dan Replikasi Layanan Kesehatan Cuma-cuma Dompet Dhuafa, Yeni Purnamasari, perluasan area evakuasi hingga ke Kabupaten Ngawi. Dompet Dhuafa Jawa Timur bergerak cepat merespon bencana banjir yang terjadi.

“Hingga jumat sore, regu SAR Dompet Dhuafa ikut terjun mengevakuasi penduduk terdampak di Desa Garon, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun,” ungkapnya, Sabtu (09/3/2019).

Selain itu, tim juga mendistribusikan logistik berupa makanan dan air mineral. Sejumlah pakaian juga diditribusikan kepada para korban di Desa Wonoayu, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun. Untuk mengantisispasi kesehatan para korban dan relawan, Dompet Dhuafa juga mensiagakan dua unit ambulance siaga. Dompet Dhuafa unit Madiun sudah memberikan bantuan berupa air minum kemasan 60 liter sebanyak 10 kardus untuk Desa Klumutan.

 

Baca juga:

Bertema Transformasi Wakaf Produktif di Era Digital, Dompet Dhuafa Gelar Indonesia Summit 2019


 ''Tim kesehatan Gerai Sehat Madiun, Jawa Timur Dompet Dhuafa melakukan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan  kepada para pengungsi secara mobilisasi menggunakan ambulance untuk wilayah yang belum terjangkau serta melakukan hingga evakuasi yang memerlukan penanganan lebih lanjut ke Rumah Sakit". Ucap dr. Yeni.

Ia mengatakan, layanan kesehatan cuma-cuma Dompet Dhuafa melakukan Pemeriksaan kesehatan dan pengobatan di 3 Desa yaitu wilayah Klumutan, Garon dan Wonoayu. Sebanyak 130 orang pasien sudah dilayani. Dua mobil ambulan siaga di desa Garin, Kecamatan Balarejo, kabupaten Madiun.

Di Jawa Timur, hujan deras telah menyebabkan banjir melanda 15 kabupaten karena sungai-sungai dan drainase yang ada tidak mampu mengalirkan aliran permukaan sehingga banjir merendam di banyak tempat.

Sebagai informasi, Banjir akibat meluapnya sungai Jeroan yang merupakan anak sungai Madiun. Sebanyak 39 Desa, 8 Kecamatan di Kabupaten Madiun terendam banjir sehingga menyebabkan 4.317 KK atau 17.268 jiwa terdampak banjir.

“Rumah rusak berat  2 unit, sawah tergenang  253 Ha, tanggul rusak 3 titik, jembatan rusak 2 unit, gorong-gorong rusak 1 unit, dan ribuan ternak terdampak. Bupati Madiun telah menetapkan masa tanggap darurat banjir selama 14 hari yaitu tanggal 6 sampai19 Maret 2019,” pungkasnya. (hmz/release)

 

Baca juga:

Tiga Provinsi di Pulau Jawa Terdampak Banjir, Dompet Dhuafa Kerahkan DMC dan Relawan

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store