:
:
News
Pengusaha Kerupuk Kulit ini Mempekerjakan Mantan Napi

gomuslim.co.id - Prihatin melihat banyaknya warga di sekitar rumahnya yang menjadi terpidana kasus narkoba, Etty Lasmini seorang ketua RT yang menjabat tujuh periode ini menggagas ide membuat usaha produksi kerupuk kulit dengan mempekerjakan mantan napi narkoba sejak tahun 1990.

Berawal dari rasa prihatin melihat banyaknya warga di sekitar rumahnya yang menjadi terpidana kasus narkoba, Etty Lasmini terdorong untuk berwirausaha dan menciptakan lapangan kerja bagi para mantan tahanan atau napi tersebut. 

“Mereka ini bisa jadi pengedar dan pengguna karena faktor ekonomi. Saya prihatin dengan mereka, maka itu saya bertekad untuk mempekerjakan mereka. Alhamdulillah saya bisa membuka usaha kerupuk kulit, dan seperti janji saya, saya mempekerjakan mereka, tujuannya agar kehidupan mereka jauh lebih baik,” ungkap Etty Lasmini saat ditemui reporter gomuslim, di Jashfest, JCC, Jakarta, Kamis(7/3/2019).

Ia mengatakan, tidak memiliki rasa takut untuk mempekerjakan mantan nara pidana. Ia menyatakan, usaha yang dirintisnya sejak tahun 1990 itu merupakan salah satu bentuk rehabilitasi bagi mantan napi ini karena dalam usahanya, mereka mengalihkan keinginan para mantan napi yang ingin kembali untuk mengkonsumsi narkoba dengan cara memberikan pengalihan dengan pelatihan memproduksi kerupuk kulit dan mengingatkan mereka untuk terus ingat kepada Allah SWT.

“Banyak yang ingin kembali lagi, tapi saya coba alihkan dengan membuat mereka sibuk yaitu dengan memberikan pelatihan memproduksi kerupuk dengan cepat. Selain itu kita buat mereka untuk terus ingat dengan Allah. Alhamdulillah mereka paham dan tidak kembali kepada masa suram itu,” ujar Etty.

Etty menceritakan, awal mula mempekerjakan mantan napi di tempat usahanya, kawasan Tegalparang, Jakarta Selatan tempat Etty bermukim memang masuk dalam salah satu jaringan peredaran narkoba terbesar di kawasan Jakarta. Etty pun miris melihat kondisi lingkungan tempat tinggalnya itu.

Menurutnya, banyak anak muda yang terjerat narkoba dan akhirnya melakukan aksi kejahatan. Perjuangan orang tua untuk membebaskan anaknya dari jeratan narkoba juga telah habis-habisan. Bahkan katanya, banyak pula yang sampai meninggal dunia.

Kondisi itulah yang membuatnya prihatin. Etty berkeinginan untuk memutus lingkaran hitam tersebut dan merencanakan mendidik mantan napi ini ke jalan yang benar.

"Tetangga saya ada yang sampai habis uangnya untuk membawa anaknya ke rehabilitasi,” ceritanya.

Ia menyatakan, dirinya melakukan pendekatan dengan para mantan napi ini dengan berbagai cara. Berawal dari tetangganya yang di ajak untuk bekerjabersama dirinya untuk membuka usaha kerupuk kulit. Tawarannya itupun berbuah manis, di terima dengan baik oleh tetangganya tersebut.

“Bahkan dia merasa senang dan merasa dilindungi. Awalnya saya suruh motongin kulit, dan dia mau saja, bahkan rajin kerjanya,” jelasnya.

Pendekatan lainnya adalah, dengan mengajak mantan napi lain dengan safari keperusahaan kerupuk kulit yang berada di jakarta, kemudian, ia mengajak mantan-mantan napi itu dengan makan bersama. Dan saat itulah, dengan berbicara ala anak gaul, Etty mengajak para mantan napi itu untuk meninggalkan narkoba dan ikut bekerja bersama dirinya.

“Alhamdulillah dengan pendekat itulah, hingga saat ini saya sudah memiliki ratusan karyawan produksi kerupuk kulit, yang orangnya terdiri dari mantan narapidana narkoba,” cerita Etty.

Bahkan ia mengaku, saat ini banyak mantan napi yang telah menjadi karyawannya telah mandiri dengan membuka usaha sendiri. 

“Bahkan ada yang lebih maju dari saya. Nggak apa-apa, justru saya bahagia dengan kondisi mereka yang jauh lebih sukses,” pungkas Etty. (hmz/gomuslim)

 

Baca juga:

Pemprov Jawa Timur Anggarkan Rp 60 Miliar untuk Fasilitasi Sertifikasi Halal UMKM

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store