:
:
News
Jashfest Gelar Conference Discussion untuk Kembangkan Ekonomi Syariah dan Halal Industri

gomuslim.co.id – Jakarta Syariah Halal Festival menggelar conference panel discussion bertema “Arah Baru Pengembangan Ekonomi Syariah dan Halal Industri”, di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan pada Kamis hingga Sabtu (7-9 Maret 2019).

Menurut Ketua Project Officer Jashfest, Yudi Sujatmiko, Indonesia termasuk memiliki penduduk terbanyak, akan tetapi dari segi Industri dan Perekonomian hingga wisata halal, Indonesia, menurut data yang dirinya terima, berada diurutan ke-15.

“Saya tiga kali ke malaysia, dan mengikuti acara halal disana. Di sana saya melihat halal syariah itu sangat berkembang, padahal kalau dibandingkan dengan Indonesia, wah jauh, Indonesia memiliki semuanya, akan tetapi kenapa Indonesia di urutan ke-15 kebawah dalam predikat Halal yaa, padahal penduduknya mayoritas Islam. Nah disitulah saya ingin adanya arah baru pengembangan Syariah Halal di Indonesia, setidaknya mendapatkan predikat Halal di urutan ke-5 Dunia,” ungkap Yudi kepada gomuslim di sela acara Jashfest 2019, di JCC, Senayan, Jakarta Kamis (7/3/2019).

 

Baca juga:

Ancol Akan Bangun Masjid Apung Sebagai Ikon Wisata Religi Jakarta pada 2020


Ia menginginkan, di era digital saat ini yang banyak digunakan oleh millenial, untuk bisa mensosialisasikan ‘Halal’ ke masyarakat dengan cara membeli, bertanya akan adanya produk halal. Bahkan menurutnya, kaum millenial yang dapat menyebarkan dan memperluas ‘Syariah Halal’ melalui jejaring sosial yang dimilikinya.

“Mereka harus lebih peka dengan produk halal. Mereka penikmat era digital, mereka bisa membuat tren halal dunia. Caranya mah simple, dengan mereka belanja suatu produk, pengguna perbankan dan lain sebagainya, bisa tanyakan dahulu Kehalalannya,” jelasnya.

Sementara itu, Asisten Deputi Peningkatan Daya Saing Koperasi UMKM, Iwan Faidi, mengatakan, dengan jumlah penduduk muslim Indonesia sebanyak 215 juta atau 13 persen dari jumlah penduduk dunia, menurutnya, Indonesia memiliki potensi yang sangat besar dalam pengembangan sektor ekonomi syariah.

“Saya yakin Indonesia memiliki potensi dalam pengembangan sektor syariah halal, baik di sektor makanan halal, pasion dan kosemetik halal,  travel halal, maupun kuangan syariah karena saya melihat data global islamic ekonomi, Indonesia termasuk 15 negara yang memiliki pasar terbesar dari pengeluaran konsumsi di sektor syariah,” ungkap Iwan Faidi.

Menurutnya, pengeluaran konsumsi penduduk muslim indonesia mencapai 219 miliyar atau 10,4 persen dari total pengeluaran ekonomi syariah global yang didominasi dari pengeluaran makanan halal, namun demikian, posisi indonesia sebagai peta industri halal global, belum menjadi pemain utama, hanya masih menjadi pasar bagi negara lain.

Selain itu, Menurut Vice Chairman Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI), Taufik Al Jufri, potensi halal dan syariah di Indonesia dengan realisasinya sangat tidak berbanding karena financial syariah hanya mencapai 8,58 persen, sedangkan potensi penduduk Muslim Indonesia mencapai 86 persen itu adalah Muslim.

“Kalau berbicara potensi dengan realisasi, sangat jomplang,” katan Taufik.

Ia berharap, adanya kenaikan rating halal syariah Indonesia di pasar global karena keyakinan Taufik, dengan adanya mayoritas penduduk Muslim di Indonesia, potensi perkembangan perekonomian syariah dari beberapa sektor, dapat menembus pasar syariah dengan predikat tertinggi secara global. (hmz/gomuslim)

 

Baca juga:

IITCF Komitmen untuk Menduniakan Wisata Halal

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store