:
:
News
Ini Alasan Anggota Dewan DPRD Tana Toraja Tolak Rencana Wisata Halal

gomuslim.co.id – Rencana penerapan wisata halal di beberapa daerah Sulawesi Selatan (Sulsel), khususnya di Tana Toraja dan Toraja Utara memicu polemik. Beberapa pihak menolak konsep wisata halal yang digagas Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

Anggota Fraksi Demokrat DPRD Tana Toraja Kristian HP Lambe, menilai wisata halal tidak cocok untuk diterapkan di Tana Toraja. Sebab, hal tersebut bertentangan dengan kepercayaan mayoritas masyarakat di sana.

"Konsep wisata halal tidak sesuai dengan prinsip pariwisata. Beberapa aturan yang pernah diterbitkan oleh Menteri Pariwisata pun akhirnya dicabut kembali karena tidak dapat diterapkan oleh pemilik hotel, yayasan wisata, restoran, dan jasa pelayanan transportasi," ucap Kristian.

 

Baca juga:

Pemprov Sulawesi Selatan Dorong Pengembangan Wisata Halal Toraja

 

Menurut Kristian, konsep wisata halal yang dikenal sejak tahun 2015 oleh World Halal Tourism Summit (WHTS) di Abu Dhabi ini, tidak sesuai dengan prinsip pariwisata yang berkembang di Indonesia. Wilayah Toraja yang memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan mancanegara, tentu tidak akan cocok dengan konsep wisata halal tersebut.

Diketahui jumlah penduduk Kristen Protestan dan Katolik di Kabupaten Tana Toraja mencapai 83 persen dan di Kabupaten Toraja Utara sekitar 92 persen. Dulunya Toraja Utara masih bagian dari Tana Toraja, sebelum pemekaran daerah 2008 silam.

"Saya berharap Wagub Sulsel menarik ide yang akan segera direalisasikannya tersebut untuk Toraja," tambahnya.

Untuk diketahui, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah ingin menjadikan daerahnya pusat wisata halal, khususnya di daerah Toraja yang mayoritas penduduknya non-muslim. Nurdin ingin menciptakan wisata halal di Toraja agar para wisatawan muslim yang jalan-jalan ke Toraja bisa tenang menikmati kulinernya.

“Komunitas muslim yang ke Toraja pasti maunya warung halal, jadi semuanya ada cap halalnya, harus ada banyak pilihannya, kalau halal siapa pun bisa mengonsumsinya, dari agama apapun,” ujar Nurdin.

Nurdin menuturkan program wisata halal yang akan diterapkan di Toraja juga didukung Bank Indonesia, yang memiliki program khusus seperti kuliner halal, pariwisata halal. Selain Bank Indonesia, DPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI). (nov/vivanews/dbs)

 

Baca juga:

Pemprov Sulsel Fokus Kembangkan Wisata Halal Bertema Moslem Friendly

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store