:
:
News
IITCF Usulkan Matakuliah Wisata Halal di Sekolah Tinggi Pariwisata

gomuslim.co.id - Perkembangan industri pariwisat di Indonesia sangat pesat. Apalagi dengan masyarakatnya yang mayoritas Muslim menjadikan Indonesia destinasi halal dari wisatawan mancanegara.

Melihat adanya potensi tersebut, Indonesian Islamic Travel Communication Forum (IITCF) mengusulkan agar wisata halal, haji, dan umroh menjadi mata kuliah sekolah tinggi pariwisata. 

Chairman IITCF, Priyadi Abadi mengatakan mata kuliah tersebut penting disusun dan diajarkan supaya wisata Muslim berkembang secara masif di Indonesia.

"Mahasiswa kita yang akan terjun ke industri pariwisata halal, umrah, dan haji, harus sudah dibekali sedini mungkin tentang kejuruannya," tutur Priyadi, Rabu (06/03/2019).

Dalam perkuliahan pariwisata, lanjut Priyadi, terdapat mata kuliah umum dan mata kuliah kejuruan. Mata kuliah umum ini seperti psikologi dan kewirausahaan. Sementara di mata kuliah kejuruan, sudah spesifik dalam hal penjurusan dan biasanya dimulai pada semester 3.

"Ini yang saya inginkan bahwa adik-adik mahasiswa kita pada saatnya nanti sudah punya bekal menghadapi wisata halal," ujarnya.

Apalagi, kata dia, saat ini kampus-kampus pariwisata sudah banyak bermunculan dan berkembang dari sisi jenjangnya. 

 

Baca juga:

Pemprov Sulsel Fokus Kembangkan Wisata Halal Bertema Moslem Friendly

 

Tidak sekadar akademi pariwisata atau sekolah pariwisata yang notabene terbatas pada strata 1, sekarang ada magister pariwisata dan bahkan ada jenjang S3 untuk pariwisata.

"Total ya ada puluhan sekolah pariwisata. Ada sekolah pariwisata, ada akademi pariwisata, dulu pun saya dari akademi pariwisata, sekarang menjadi sekolah tinggi pariwisata, lalu S2-nya magister pariwisata, lalu ada S3 di (Universitas) Udayana," paparnya.

Karena itu, gengsi pariwisata itu sudah mengglobal dan tidak kalah dengan misalnya kedokteran. 

Namun dia mengakui, saat ini mata kuliah yang dipelajari di berbagai sekolah tinggi pariwisata masih mainstream.

"Seperti ticketing, sementara dunia ini berubah. Harus diperkenalkan juga apa sih yang update. Seperti wisata halal maupun wisata Muslim," ujarnya.

Sementara itu, mata kuliah wisata Muslim nantinya bisa diisi dengan pengenalan dasar-dasarnya terlebih dulu. Misalnya, mengenai perbedaan umroh dan haji. Kemudian terkait misalnya apa itu wisata Muslim, dan apa bedanya dengan wisata umum.

"Setelah itu, baru kita melihat teknis pelaksanaannya seperti apa, potensinya bagaimana, mekanismenya seperti apa, peluangnya seperti apa, termasuk permasalahan-permasalahan di dalamnya, seperti tipu-menipu. Mahasiswa juga harus tahu misalnya skema ponzi itu apa," katanya.

Dalam hal ini, mahasiswa adalah bagian dari akar rumput masyarakat. Dengan adanya mata kuliah pariwisata Muslim, mahasiswa bisa ikut terlibat dalam menyosialisasikan program pemerintah terkait pariwisata Muslim kepada keluarga dan para kerabatnya.

"Kalau mahasiswa sudah dibekali, setidaknya kan menyosialisasikan program pemerintah dalam rangka meminimalisir persoalan-persoalan umroh yang terjadi saat ini, yang penipuan-penipuan saat ini," pungkasnya. (nat/dbs/foto:gomuslim)

 

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store