:
:
News
Ini Prediksi Ulama Saudi Lama Puasa Tahun 2019

gomuslim.co.id - Dari tren dan data yang dikumpulkan selama bertahun-tahun, prediksi Sya'ban akan berlangsung selama 30 hari. Sedangkan, Ramadhan akan berlangsung selama 29 hari untuk tahun ini.

Hal ini dikemukakan seorang anggota Dewan Ulama Senior Saudi, Sheikh Abdullah bin Sulaiman Al Manea memperkirakan awal dan berakhirnya bulan-bulan kalender Arab pada 1440 Hijriyah, khususnya Sya'ban dan Ramadhan.

Seperti yang dilansir dari publikasi Khaleej Times, Selasa (05/03/2019), warga Muslim, khususnya di Uni Emirat Arab (UEA), dapat menyambut awal bulan suci Ramadhan pada 6 Mei mendatang.

Sheikh Abdullah mengumumkan hal tersebut dalam sebuah pernyataan berdasarkan pada awal dan akhir bulan Islam yang dikumpulkan sejak 1415 Hijriyah.

“Data ini juga membantu dalam memprediksi kemunculan bulan sabit yang menandai awal bulan-bulan, di antaranya Jumadil Akhir, Syaban, Ramadhan, Syawal, Zul-Qaidah, dan Zul-Hijjah,” ujarnya.

 

Baca juga:

UEA Prediksi Waktu Puasa Ramadhan Capai 15 Jam Tahun Ini


Selain itu, data ini juga membantu dalam memprediksi awal dan akhir bulan suci Ramadhan, Dzulhijah dan Muharram tahun depan.

Penduduk Muslim Uni Emirat Arab (UEA) memprediksi selama bulan Ramadhan akan mengalami kondisi cuaca yang mengejutkan, pasalnya, masyarakat akan menjalani puasa di bulan Ramadhan tahun ini dengan durasi waktu kurang dari 15 jam dalam sehari.

Kondisi tersebut untuk UEA merupakan untuk pertama kalinya dalam empat tahun terakhir. Hal itu diungkapkan oleh anggota Uni Arab untuk Ruang Angkasa dan Ilmu Astronomi (AUAS), Ibrahim Al Jarwan.

Bulan sabit pertanda awal Ramadhan akan muncul sekitar pukul 2.46 pada 5 Mei waktu setempat di UEA. Bulan sabit akan terlihat karena akan muncul 30 menit setelah matahari terbenam. (nat/khaleejtimes/dbs/foto:wikimedia)

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store