:
:
News
Kawasan Wisata Pantai Glagah di Kulon Progo Hadirkan Ragam Fasilitas

gomuslim.co.id - Kawasan Pantai Glagah hingga Pantai Congot di Kecamatan Temon akan kembali ditata oleh Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Rencana penataan yang akan dilakukan, baik berupa pembangunan maupun perbaikan wajah pantai, adalah sepanjang lima kilometer. Penataan itu sekaligus mendukung fungsi sabuk hijau (mangrove) atau green belt bagi Bandara Udara New Yogyakarta International Airport (NYIA) yang sebentar lagi beroperasi.

Dalam hal ini, Pemkab Kulon Progo mengharapkan, wisatawan sudah bisa menikmati "Glagah Baru" ini paling cepat akhir tahun 2020.

"Kita mengerjakannya pada tahun 2020. Saya mengharapkan bisa dinikmati akhir 2020," ujar Bupati Kulon Progo, Hasto Wardoyo, Selasa (26/02/2019).

Pesona Komplek Pantai Glagah merupakan salah satu destinasi andalan Kulon Progo. Pantai ini berada di sisi luar pagar bandara NYIA. Pesona pantai berpasir hitam itu didatangi sekitar 520.000 wisatawan pada 2018 silam.

 

Baca juga:

Pemerintah Daerah DIY Kembangkan Wisata Halal


Penataan Detailed Engineering Design (DED) dinilai Hasto sudah selesai. Pelaksanaan penataan NYIA sendiri menunggu bandara tersebut resmi beroperasi. Dalam masterplan itu tidak ada bangunan permanen, penginapan, hingga tambak.

Kepala Dinas Pariwisata Kulon Progo, Niken Probo Laras, menyebut Glagah akan memiliki wajah baru dengan mengutamakan wisata air dan kuliner tanpa bangunan permanen.

Pembangunan kawasan juga mencakup gerbang masuk yang baru, area foto, zona bermain anak, tempat penjualan cinderamata hingga tourism information center. Ada pula bangunan untuk menjual cinderamata, untuk foodcourt, jogging track, dan taman.

Kendati nilai pembangunannya besar, Hasto meyakini banyak peluang sumber dana untuk menata Glagah kedepannya.

"Bila warga maunya dibangun daerah, berarti peluangnya APBD. Bisa juga Kerja Sama Pemerintah Dengan Badan Usaha (KPBU). Bisa juga pihak ke-3 dengan swasta," pungkas Hasto.

Sedikit tentang Pantai Glagah, pantai ini dikenal memiliki tumpukan tetrapod dari beton sebagai pemecah ombak yang memanjang menjorok ke laut.

Ombak yang menghantam tetrapod ini menghasilkan deburan ombak yang menarik ditonton. Wisatawan bisa berjalan pada jalan setapak beton di atas pemecah ombak. Wisatawan memanfaatkannya sebagai tempat berfoto dengan latar ombak, muncratan ombak ketika menghantam tetrapod, maupun siluet matahari tenggelam.

Selain itu, komplek Glagah juga dilengkapi laguna sebagai tempat wisata sampan kecil yang bisa digunakan untuk berkeliling laguna. Ada pula kebun bunga untuk penggemar swafoto di sekitaran Glagah. Tak kalah dengan Glagah ada Pantai Congot yang berjarak sekitar 5 km dari Glagah. Pantai ini terhubung jalan aspal dari Glagah. (nat/kompas/dbs/foto:yogyalagi dotcom)

 

Baca juga:

Maskapai Timur Tengah Mulai Lirik Rute ke Bandara Kulon Progo

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store