:
:
News
Kawah Ijen Resmikan Pos Pengamatan sebagai Media Pembelajaran Profesi Pengamat Gunung

gomuslim.co.id - Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Ijen yang berada di Dusun Panggungsari, Desa Tamansari, Kecamatan Licin, pada Jumat (22/02/2019) diresmikan oleh  Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignatius Jonan.

Dalam peresmian tersebut, hadir Kepala Badan Geologi Rudy Suhendar, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kasbandi, dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Menteri Jonan mengatakan pihaknya telah melakukan renovasi serta perbaikan fasilitas sarana dan prasarana pada PPGA Ijen. Kondisi fisik bangunannya kini menjadi lebih modern dan tertata serta dilengkapi berbagai fasilitas pendukung lainnya, antara lain penambahan bangunan dari satu lantai menjadi dua lantai, bangunan mess pegawai, dan ruang display perjalanan perkembangan Gunung Ijen dari waktu ke waktu.

 

Baca juga:

Masih Uji Coba, Penerapan Tiket Online Kawah Ijen Mundur sampai April 2019

 

“Ini sebenarnya bukan pos baru, sudah ada sejak jaman kemerdekaan, namun sekarang kita perbaiki gedungnya menjadi representatif. Sekarang kondisinya lebih nyaman. Ruang pantaunya sekarang berada di lantai dua, dan berkaca, jadi bisa langsung mengamati gunung lebih jelas,” tutur Jonan.

Kini, pihaknya juga menekankan agar setiap bangunan PPGA dibuat senyaman mungkin dan dekat dengan akses jalan. Selain agar petugas pengamatan merasa betah dalam melaksanakan tugasnya, juga PPGA telah menjadi pusat informasi terdekat bagi publik terkait mitigasi bencana.

Fasilitas bangunan yang memadai merupakan tuntutan untuk menjaga animo anak-anak muda yang ingin berprofesi sebagai pemantau gunung api.

“Kalau posnya jelek dan jauh dari akses komunikasi, saya takut anak muda tidak tertarik menekuni profesi ini. Namun dengan dibangun lebih memadai, siapapun sekarang tidak perlu takut lagi terisolir karena memilih profesi ini,” pungkasnya.

Jonan mengaku pihaknya harus membuat posnya senyaman mungkin agar generasi muda tetap tertarik. Sehingga tidak perlu khawatir lagi akan keberlangsungan pengamatan Gunung berapi di Indonesia, karena ada kesinambungan hingga generasi berikutnya.

Kepala PVMBG, Kasbandi mengatakan, saat ini di Pos Pantau PGA Ijen terdapat empat alat bantu pengamatan yakni tiga buah seismograf digital, dua buah alat multigas atau alat monitoring gas CO2 dan H2S di Kawah Ijen, satu CCTV dan alat pemantau visual.

“Alat itu sementara memadai untuk memantau Ijen. Ke depan kita fokus pada pengamatan gasnya karena ini yang menjadi kekhasan Ijen. Kalau di Pos Pantau Raung, sudah kami tambah empat seismik dan GPS,” papar Kasbani.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi, Anas menyambut baik perbaikan Pos PGA Ijen tersebut. Apalagi saat ini gunung Ijen sedang menjalani proses review untuk menjadi Taman Geopark dunia oleh badan PBB UNESCO.

“Saat ini Ijen bersama Pulau Merah dan Taman Nasional Alas Purwo telah menjadi Geopark Nasional, yang kini tengah menjalani proses untuk diusulkan masuk jaringan geopark dunia. Karenanya adanya POS PGA dengan fasilitas memadai ini sangat menunjang bagi penilaian tersbut,” ujarnya.

 Nantinya, Anas menilai pos pantau yang nyaman ini bisa menjadi wisata edukasi di kawasan Ijen. Kedepannya, pos akan dilengkapi fasilitas pariwisata di Ijen.

“Salah satunya ruang display yang bisa menjadi wisata edukasi pada masyarakat umum yang berkunjung tentang perkembangan Ijen,” tandasnya. (nat/kompas/dbs/foto:tribun)

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store