:
:
News
Pemerintah Filipina Kurangi Beban Biaya Haji 2019

gomuslim.co.id - Ada sejumlah langkah yang diambil pemerintah Filipina terkait haji tahun ini agar pelaksanaan nyaman dan terjangkau. Tak hanya reformasi yang dilembagakan oleh Komisi Nasional Muslim Filipina (NCMF), Sekretaris NCMF Saidamen Pangarungan mengatakan pemerintah Filipina juga sukses melakukan perundingan dengan pemerintah Arab Saudi.

Adapun hasil yang didapatkan dari langkah-langkah tersebut adanya pengurangan biaya haji dan akomodasi yang lebih baik bagi jamaah Filipina. Sebelumnya awal bulan ini, NCMF mengumumkan bahwa mulai tahun ini akan ada perubahan bagi kepentingan semua jemaah haji.

Biaya haji bagi jemaah Filipina berkurang lantaran masuknya maskapai ketiga yang akan mengangkut jemaah haji Filipina.

"Secara historis, hanya Saudia Airlines dan Philippine Airlines (PAL) yang diizinkan sebagai transportasi bagi jamaah Filipina," kata Pangarungan, seperti yang dilansir dari publikasi Arab News, Senin, (25/02/2019).

 

Baca juga:

Lewat Platform ini, 12 Mualaf Kisahkan Perjalanan Hingga Pilih Islam

 

Pada Januari lalu, Pangarungan dan pejabat NCMF lainnya pergi ke Saudi dan bertemu dengan  Wakil Menteri Haji dan Umrah Sharief Housnie. Dalam pertemuan itu, Pangarungan menjelaskan keterbatasan keuangan Muslim Filipina. Pihaknya juga menegosiasikan hak pendaratan maskapai lain yang akan mengantar jamaah haji dari Filipina. Pemerintah Saudi kemudian mengindahkan permintaan itu.

“Harga tiket pesawat dari maskapai ketiga, Oman Air secara signifikan lebih rendah daripada maskapai Saudi dan PAL. Jamaah yang memilih untuk terbang dengan Oman Air, harus membayar total biaya haji sebesar 166.786 peso Filipina (3.204 dolar), dari sebelumnya 197 ribu peso tahun lalu. Sedangkan jemaah yang memilih Saudia Airlines, harus membayar total biaya sebesar 185.336 peso,” jelas Pangarungan.

Akomodasi bagi jemaah haji Filipina juga menjadi pembahasan. Menurut Pangarungan, NCMF mendapat jaminan bahwa jemaah dari negara ini akan ditampung di hotel bintang empat atau lima di Madinah dan Makkah. Selain itu, akan ada layanan antar-jemput yang memadai dari dan ke tempat-tempat ritual haji.

"Semua orang yakin bahwa pengalaman masa lalu dari akomodasi hotel di bawah standar untuk orang Filipina tidak akan pernah dialami lagi," kata Pangarungan, yang akan menjabat sebagai kepala resmi delegasi jamaah haji Filipina tahun ini.

Tahun ini, Arab Saudi mengalokasikan kuota sebanyak 8.000 visa haji bagi jemaah Filipina. Dari sekitar 10 juta Muslim Filipina, rata-rata sebanyak 7.000 menunaikan ibadah haji setiap tahunnya.

Perubahan tersebut disambut baik oleh sejumlah kalangan. Presiden Dewan Imam Filipina (ICP), Ebra Moxsir, mengatakan perubahan itu akan memungkinkan lebih banyak Muslim Filipina menunaikan haji.

"Jika anda seorang Muslim yang memiliki kemampuan finansial, wajib untuk melakukan haji bahkan sekali dalam hidup anda," kata Moxsir.

Jurnalis bernama Ali Macabalang mengatakan, di masa lalu jamaah Filipina kerap harus membayar lebih mahal. Hal itu menurutnya lantara skema yang dibuat oleh beberapa pejabat dan individu yang tidak bermoral.

Ia mengatakan, jamaah haji Filipina kerap terpaksa menginap di asrama yang penuh sesak. Di mana, satu kamar yang seharusnya menampung empat orang, harus memuat delapan hingga 12 penghuni. Meskipun, kata dia, dana yang terkumpul sebenarnya cukup untuk menempatkan jamaah Filipina di hotel-hotel yang bagus.

“Masing-masing jemaah membayar untuk kamar yang terpisah, tetapi mereka harus tinggal di asrama yang sempit. Jadi ini benar-benar perkembangan yang disambut baik yang diperkenalkan oleh kepemimpinan saat ini pada tahun ini," ujarnya.

Bahkan ada yang menjual properti mereka untuk mengumpulkan dana untuk melaksanakan ibadah haji. “Sangat disayangkan jika ada beberapa orang oknum yang tidak bermoral yang menggunakan haji untuk mengambil keuntungan dari jemaah,” pungkasnya. (nat/arabnews/foto:anadoluag)

 

Responsive image
Other Article
Responsive image