:
:
News
Begini Persiapan Kemenag untuk Jemaah Haji Indonesia 2019

gomuslim.co.id - Kementerian Agama (Kemenag) telah mengirim tim akomodasi dan katering ke Arab Saudi untuk menyediakan segala kebutuhan calon jamaah haji (calhaj) Indonesia. Tim Akomodasi yang bertugas mengurus persiapan penginapan sedang melakukan seleksi hotel-hotel yang sudah mengajukan penawaran.

Selain itu, kemenag melalui tim katering akan berupaya menyediakan menu makanan khas daerah untuk calon haji selama di Arab Saudi, seperti dilansir dari publikasi ihramco (20/02/2019).

"Menu nanti yang diberikan kepada jamaah haji bercitarasa Indonesia dengan menu Nusantara, syukur-syukur kalau kita bisa menyediakan menu yang sesuai dengan asal daerah," kata Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri pada Kemenag, Sri Ilham Lubis .

 

Baca juga:

Kemenag Putuskan Biaya Haji dengan Rupiah

 

Lebih lanjut, Sri memberi contoh, untuk embarkasi Padang dan Solo, maka akan disediakan menu makanan khas Padang dan Solo untuk calon haji. Hal ini sedang diupayakan Kemenag, dan harapannya bahan baku untuk membuat menu makanan khas daerah tersebut tersedia di Arab Saudi

Ia juga menyampaikan, dari segi katering tidak ada perbedaan dengan penyelenggaraan haji tahun lalu. Hanya saja Kemenag sedang berupaya supaya ada menu makanan khas daerah meski tidak dari semua daerah. Jadi nanti akan ada menu makanan Nusantara dan khas daerah asal embarkasi.

Terkait jumlah makan, Kemenag menyampaikan sama dengan tahun lalu. Jamaah haji akan mendapatkan 75 kali katering.

 "40 kali makan di Makkah, 18 kali makan di Madinah dan 16 kali makan di Armina dan satu kali makan di Bandara," ujarnya.

Sementara penginapan akan dipilih berdasarkan spesifikasi yang memenuhi,

"Hotel yang memenuhi standar, standar kita ada standar wilayah, standar kualitas, standar jarak, standar harga, itu harus terpenuhi semua," jelasnya.

Sri juga menerangkan, akan dilakukan negosiasi supaya mendapatkan harga yang sesuai dengan harga perkiraan sendiri (HPS). Kemudian hotel yang telah dipilih diusulkan untuk ditetapkan kuasa pengguna anggaran (KPA) di Kantor Teknis Urusan Haji.

"Sekarang sudah melihat berkas-berkas yang masuk, penawaran, mereka (tim akomodasi) juga cek kelengkapan persyaratan, ada persyaratan administrasi dan teknis, pokoknya sesuai dengan pedoman Ditjen tentang penyediaan akomodasi," tandasnya. (nov/dbs/ihramco/foto:serambiummah)

 

Baca juga:

Kemenag dan DPR Sepakat, Ini Biaya Haji 2019

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store