:
:
News
Ustadz Anto: Ini Lima Sebab Datangnya Harta Halal

gomuslim.co.id – Keluarga Remaja Islam BSD (KARIB-FMMB) menggelar kajian dhuha bertajuk Ekonomi Islam Bicara Harta, Tahta dan Wanita di Masjid Asy-Syarif Al-Azhar BSD, Tangerang Selatan, Minggu (17/2/2019). Kajian episode #22 Tahun ke-3 ini menghadirkan narasumber utama Ustadz Anto Apriyanto, M.E.I.

Dalam pemaparannya, Ustadz Anto menjelaskan bahwa tiga kata berakhiran ‘ta’ ini bisa menjadi jembatan untuk masuk syurga. Namun tiga hal ini juga bisa mengantarkan menuju neraka. Ekonomi Islam mengatur ketiganya.

Terkait dengan harta misalnya, Ustadz Anto mengatakan setidaknya ada lima hal yang menyebabkan datangnya harta seorang individu itu halal. Pertama, harta datang dengan hasil bekerja. “Siapa pun akan mendapat upah atau harta dengan bekerja. Namun, perhatikan pekerjaannya dengan cara halal dan baik atau tidak,” paparnya.

Kedua, harta bisa didapatkan dari warisan yang diterima. “Kalau ada orang mendadak kaya tanpa bekerja, bisa jadi dia mendapat warisan dari orang tuanya. Namun, lagi-lagi warisan ini bisa menjadi persoalan dalam keluarga, apalagi jika tidak memahami tentang ilmu mawaris,” katanya.

 

Baca juga:

Perisai Dakwah: Fenomena Hijrah Sekarang Apakah Hanya Sebuah Kata?

 

Ketiga, karena kebutuhan akan harta untuk menyambung hidup. Harta ini karena kebutuhan mendesak, urusan dengan nyawa. Keempat, pemberian harta negara kepada rakyat. “dan kelima, harta yang diperoleh tanpa konpensasi tenaga,” ujarnya.

Ustadz Anto menambahkan, ada beberapa pekerjaan yang bisa dilakukan dengan atau tanpa modal. Misalnya menghidupkan tanah mati, dalam hal ini bercocok tanam. “Ini hanya membutuhkan tenaga, pikiran dan kesiapan untuk mengolah,” ungkapnya.

Selanjutnya, menggali kandungan bumi, berburu binatang yang ada di air atau di laut (nelayan), berburu binatang yang dibolehkan, menjual barang milik orang lain sesuai perjanjian dengan pemilik barang, mudharabah (bagi hasil), dan ijaroh (sewa untuk usaha).  

“Namun demikian bermuamalah ini harus ada perjanjian dan sama-sama ridha. Hal penting lainnya adalah amanah. Dalam hadits, ada tiga orang menjadi musuh Rasulullah nanti di akhirat. Pertama, orang berjanji dengan menyebut nama Allah, namun melanggar. Kedua, orang yang jual orang merdeka, terus menikmati hasil penjualannya. Ketiga, orang yang mempekerjakan orang lain, namun upahnya tidak dibayarkan,” paparnya. (njs)

 

Baca juga:

Begini Kemeriahan Gelaran Kajian Musawarah di Masjid Bintaro

Responsive image
Other Article
Responsive image