:
:
News
Jerman Jadi Tren Destinasi Wisata Halal bagi Muslim Traveler Dunia

gomuslim.co.id – Wisata Halal menjadi salah satu tren Dunia yang menjadi destinasi tertuju oleh para wisatawan Dunia. Jerman adalah salah satu yang menjadi tujuan utama bagi para penikmat wisata halal. Akan tetapi, Jerman masih disebut sangat lambat untuk beradaptasi dengan pertumbuhan pariwisata Muslim tersebut.  

Walau demikian, menurut sebuah studi oleh Thomson Rueters dan konsultan Dinar Standard, pendapatan global jerman dalam pariwisata halal diproyeksikan akan mencapai 274 miliar dolar pada  2023, naik dari 177 miliar dolar pada 2017.

Dilansir di Handelsblatt Today, penelitian oleh ITB Berlin, pameran perdagangan pariwisata terbesar di dunia, memproyeksikan bahwa jumlah wisatawan Muslim akan meningkat menjadi 158 juta pada 2020, enam kali lebih banyak dari pada tahun 2000.

Menurut Direktur ITB Berlin, Martin Buck, wisata halal adalah tantangan nyata bagi industri pariwisata. Layanan yang sampai saat ini terbatas pada sejumlah kecil, hanya ada di beberapa kota di Jerman seperti Düsseldorf, Bad Godesberg atau Munich.

 

Baca juga:

Ketua Asphurindo: Pasar Wisata Halal Indonesia Cukup Menjanjikan


“Hanya beberapa hotel di Jerman yang dapat mengakomodasi kebutuhan umat Islam. Hotel-hotel itu di antaranya hotel Breidenbacher Hof di Düsseldorf, yang menawarkan panah yang menunjukkan arah kiblat, Alquran, dan sajadah. Hotel itu juga menghilangkan minuman beralkohol dari minibar dan menawarkan makanan halal untuk tamu Muslim,” ungkap Masrtin Buck.

Sementara itu, Menurut peneliti CrescentRating, Fazal Bahardeen, banyak turis yang taat beragama membutuhkan fasilitas mandi atau kesehatan yang terpisah untuk pria dan wanita, dan waktu makan yang disesuaikan selama bulan puasa Ramadhan. Shalat juga merupakan poin penting bagi para pelancong.

“Dengan mayoritas umat Islam memenuhi kewajiban untuk shalat lima waktu dalam sehari, hotel akan pintar untuk menyediakan ruang shalat dan fasilitas berwudhu,” terang Fazal.

Ia menyatakan, Pasar perjalanan Muslim berubah dengan cepat. Dahulu pasar travel Muslim didominasi oleh turis dari negara-negara Teluk kaya yang akan melibatkan agen perjalanan untuk menemukan maskapai penerbangan dan hotel yang memenuhi kebutuhan mereka. 

Namun sekarang, muncul kelas menengah yang kuat secara finansial di Asia Tenggara. Turis terbanyak dipimpin oleh Indonesia dan Malaysia, yang merupakan rumah bagi 60 persen dari umat Muslim, dibandingkan dengan 20 persen negara-negara Arab. 

Ia mengaku, kebiasaan pelancong halal sangat berbeda dari kebiasaan wisatawan Barat. Sekitar 46 persen turis Jerman pergi ke pantai, persentasenya hanya setengah besarnya di kalangan Muslim.  Sebaliknya, Muslim lebih tertarik pada kota-kota. Lebih dari sepertiganya lebih memilih perjalanan perkotaan, dibandingkan dengan 22 persen untuk orang Eropa Barat. 

Ia berharap, Jerman dapat dengan cepat beradaptasi dengan pertumbuhan pariwisata halal yang saat ini menjadi trensetter dikalangan Wisatawan Muslim Dunia. Ia mengungkapkan Jerman dapat menjadi pasar pariwisata global yang kemungkinan akan melebihi 10 persen mulai tahun depan.

“Melalui riset pasar IPK International, Jerman berada di urutan kedua di belakang Uni Emirat Arab dalam daftar tujuan liburan paling diinginkan bagi para wisatawan Muslim,” pungkasnya. (hmz/Handelsblatt/foto:suryamalam)

 

 

Baca juga:

Ini Alasan Wisata Halal Bakal Jadi Tren di Tahun 2019

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store