:
:
News
Produk Malaysia Serbu Indonesia, IHW Minta Sertifikasi Halal dari MUI dengan Surati Presiden

gomuslim.co.id – Banyaknya produk Malaysia yang masuk ke Indonesia tanpa melalui sertifikasi halal Majelis Ulama Indonesia, melainkan, produk tersebut memiliki sertifikasi halal tapi hanya dari negaranya saja. Ikhsan Abdullah selaku Derektur Indonesia Halal Watch (IHW), meminta pemberlakuan sertifikasi ganda produk halal malaysia untuk di Indonesia.

Ia menyatakan, apapun yang ditetapkan halal oleh Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (Jakim), seharusnya hanya berlaku dinegara itu saja bukan digunakan atau dinyatakan sah di negara lain seperti indonesia.

“Produk mereka yang masuk ke Indonesia, harus melalui sertifikasi ulang. IHW sudah mengirim surat kepada Presiden RI untuk mengkaji ulang perjanjian Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dan Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (Jakim), sehingga isinya tidak merugikan Indonesia,” ungkap Ikhsan kepada wartawan, Rabu (06/02/2019).

 

Baca juga:

Direktur IHW: Bebas Sertifikasi Halal Indonesia-Malaysia Rugikan UMKM


Ia mengatakan, jika nota kesepahaman Indonesia-Malaysia itu benar terjadi maka akan sangat merugikan pengusaha dan masyarakat Indonesia, karena menurutnya, akan hanya menjadi pasar produk halal dari Malaysia.

“Jika memang ada MOU, maka Malaysia yang akan lebih di untungkan karena Indonesia akan menjadi pasar mereka, sedangkan UMKM Indonesia bisa terancam pertumbuhannya karena harus bersaing dengan produk Malaysia,” ujarnya.

Menurut Ikhsan, hal tersebut bertentangan dengan Undang-undang Nomor 33 tahun 2015 tentang Jaminan Produk Halal yang antara lain melindungi para pengusaha Indonesia dan produknya dari serbuan komoditi lain. Sedangkan pada pasal 10 UU JPH menyebutkan produk yang masuk beedar dan diperdagangkan di Indonesia, wajib memiliki sertifikasi Halal MUI.

“Artinya, produk manapun yang masuk ke Indonesia, harus melakukan sertifikasi ulang MUI.,” terangnya.

Sebelumnya, dikutip dari salaamgateway.com, pada akhir januari menyatakan akan adanya perjanjian MUO pada bulan April 2019 antara BPJPH dengan Jakim terkait tidak perlunya proses sertifikasi ulang MUI untuk produk halal Malaysia yang masuk ke Indonesia. (hmz/salaamgateway/dbs/foto:tribun)

 

Baca juga:

Ini Lima Catatan IHW untuk Kemenag Terkait Pembangunan Pusat Halal

Responsive image
Other Article
Responsive image