:
:
News
Muhammadiyah Tobacco Control Center Minta Pemerintah Naikan Cukai Rokok

gomuslim.co.id -  Universitas Muhammadiyah Yogyakarta menyusun instrument dalam mengatasi lingkar kemiskinan untuk membantu kebijakan Pemerintah dengan mengadakan rapat konsolidasi triwulan jaringan tobacco control Muhammadiyah bersama STIE Ahmad Dahlan yang bertempat di gedung Dakwah Muhammadiyah, Menteng Raya, Jakarta, Jumat (25/1/2019).

Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui Stunting advokasi taps ban dan taxation di bidang tobacco control. Selain itu, Muhammadiyah Tobacco Center berharap pemerintah untuk tetap menaikan cukai rokok. Hal tersebut dapat menghentikan pemasaran yang sasarannya ke anak-anak, remaja, dan rumah tangga miskin.

“Data menunjukan, dominan masyarakat perokok tidak hanya di kalangan pejabat saja, akan tetapi warga berstatus ekonomi kebawah dan anak-anak juga menjadi pengguna rokok aktif. Oleh karena itu, dengan meningkatkan cukai rokok, harga rokok di pasar pasti akan mahal, dan tidak akan menjangkau di kalangan menengah kebawah serta anak-anak,” ungkap Wakil Direktur UMY, Dianita Sugiyo.

Ia menuturkan, pihaknya menyayangkan apabila Pemerintah membatalkan kenaikan tarif cukai rokok, karena menurut informasi berita yang beredar bahwa pada tahun 2019tarif cukai hasil tembakau tidak dinaikan. Ia mengaku prihatin saat mengetahui bahwa adanya politisasi terhadap persoalan tersebut.

“Saya menilai, kebijakan itu dapat membuat angka kemiskinan, stunting, dan permasalahan kesehatan bagi generasi muda menjadi meningkat,” terangnya.

 

Baca juga:

PP Muhammadiyah: Bantuan Perusahaan Rokok Bukan CSR, Universitas Seharusnya Tidak Ajak Kerjasama


Sementara itu, turut hadir sebagai narasumber rapat konsolidasi triwulan jaringan tobacco control Muhammadiyah  bersama STIE Ahmad Dahlan, dr Supriyantiningsih, SP.OG selaku direktur programMTCC UMY. Salam diskusinya, ia mengatakan bahwa adanya peraturan menteri keuangan  nomor 146/PMK.03/2017 tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau. Menurutnya, selain mengatur kenaikan tariff cukai, pemerintah juga akan mengimplementasikan penyederhanaan atau simplifikasi struktur tariff cukai rokok untuk jenis Sigaret Kretek Tangan (SKT), Sigaret Kretek Mesin (SKM), dan Sigaret Putih Mesin (SPM). (hmz/muhammadiyah/dbs/foto:semarangpos)

 

 

Baca juga:

Muhammadiyah Solo Luncurkan Program Murattal Alquran

Responsive image
Other Article
Responsive image