:
:
News
Ajak Masyarakat Peduli Kemiskinan, Baznas Rilis Film ‘Iman di Pangkuan Sang Fakir’ 

gomuslim.co.id - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) baru-baru ini merilis sebuah film layar lebar berjudul ‘Iman di Pangkuan Sang Fakir’. Bekerja sama dengan Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Wonosobo, film ini dibuat untuk mengajak masyarakat semakin peduli terhadap kemiskinan.

Kepala Divisi Retail BAZNAS, Fitriansyah Agus Setiawan mengatakan film ini mengingatkan penonton bahwa kemiskinan sangat dekat dengan masyarakat. Lewat film ini, Baznas ingin menyampaikan pesan kepedulian dengan menampilkan kondisi nyata masyarakat.

“Baznas berharap, dalam situasi apapun masyarakat dapat menularkan energi baik dan sikap positifnya. Kemiskinan ada di sekitar kita. Ketika kita berjalan menuju rumah, kantor, atau apartemen, beberapa meter dari tempat kita berdiri, ada kemiskinan," ujarnya beberapa waktu lalu.

Ia menambahkan, film ini mengisahkan tentang perjuangan seorang pemuda bernama Iman dalam mengarungi kehidupan sehari-hari yang serba kekurangan. Tokoh Iman dewasa diperankan oleh Afrian Aris Andi, seorang guru sekolah menengah atas (SMA) swasta di Surabaya.

Tokoh Iman, seorang yatim piatu, dihadapkan dengan berbagai tokoh yang merampas haknya, seperti Tokoh Budhe Warti yang merupakan tetangga yang dipanggil Bibi oleh Iman. Tokoh Budhe yang bersifat tamak ini diperankan ketua SBMI Wonosobo sekaligus produser ‘Iman di Pangkuan Sang Fakir’, Maizidah Salas.

Dalam kondisi kehidupan serba sulit banyak yang memanfaatkan kesempatan untuk mendapatkan keuntungan yang bukan haknya. Hanya kekuatan Iman yang mampu membawa diri keluar dari kubangan kemiskinan.

Selain itu juga terdapat Tokoh Mbah Tun, penjual tempe goreng yang merupakan nenek yang mengasuh Iman sedari kecil yang diperankan oleh Waginem Artosuyitno. Juga ada tokoh Tutik, pacar Iman yang diperankan oleh Eka Christ, serta tokoh-tokoh lainnya.

 

Baca juga:

Baznas Luncurkan Microfinance untuk Bangun Ekonomi Lombok

 

Pembuatan film ini berlangsung selama 10 hari dan berdurasi satu jam 38 detik. Film ini dan disutradarai oleh Gatot Sunarya. Film ini akan tayang secara perdana di Bioskop Episentrum Jakarta Selatan, Rabu (6/2/2019) mendatang.

Film itu disebut sebagai bukti kreativitas para buruh migran untuk dapat berkarya di negeri sendiri, peduli dengan lingkungan sekitar, khususnya masyarakat kurang mampu.

“Banyak cerita kemiskinan nyata yang perlu terus diangkat untuk menjadi pemantik semangat kita membantu mereka,” kata Maizidah Salas.

Dalam film itu juga tersaji resiko jerat rentenir yang menimpa masyarakat miskin karena banyaknya kebutuhan. Rentenir menjadi solusi fatamorgana untuk menyiasati segala keterbatasan agar tetap dapat bertahan hidup.

Untuk menyaksikan filmnya, tidak dipungut biaya, hanya BAZNAS menyediakan fasilitas bagi yang ingin berinfaq sebesar Rp 50 ribu. (njs/surya/foto:BMI)

 

Baca juga:

Baznas Kembali Raih Sertifikasi ISO 9001:2015

 

Responsive image
Other Article
Responsive image