:
:
News
KPHI Rekomendasi Prioritaskan Calon Jemaah Haji Usia Istimewa

gomuslim.co.id - Komisi Pengawas Haji Indonesia (KPHI) menilai penyelenggaraan haji 2019 perlu banyak yang harus ditingkatkan. KPHI juga mengingatkan agar penyelenggara haji mencermati dan mengantisipasi berbagai potensi masalah untuk optimalisasi penyiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2019/1440 H.

"KPHI mendorong perbaikan pelayanan kesehatan, perlindungan dan pengamanan jamaah, serta pelayanan Armuna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina)"  kata Ketua KPHI Samidin Nashir saat menyampaikan Konferensi Pers Optimalisasi Penyiapan Penyelenggaraan Ibadah Haji 2019 di Kantor KPHI, Kamis yang dilansir Republika (24/1/2019).

 

Baca juga:

KJRI Jeddah Gelar Pameran Produk Indonesia

 

Samidin menilai, perbaikan empat layanan itu akan mampu meningkatkan indikator keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji dibandingkan dengan pelayanan umum yang sudah meningkat dari tahun ke tahun. Mengacu pada evaluasi 2018 dan menyikapi perkembangan terkini, kata Samidin, KPHI merekomendasikan kepada pemerintah selaku penyelenggara Ibadah haji untuk membenahi dan meningkatkan kesiapan penyelenggaraan Ibadah haji 2019.

Di antaranya pemerintah harus memprioritaskan calon jamaah haji usia 75 tahun ke atas yang memenuhi syarat istithaah. Sehingga, secara bertahap calon jamaah usia istimewa ini bisa berkurang signifikan. 

Menurutnya, berdasarkan data yang diperoleh KPHI saat ini terdapat 296 ribu lebih dari 3,8 juta calon jamaah haji (Calhaj) daftar tunggu berusia 75 tahun ke atas belum diberangkatkan haji tahun 2018.

Padahal, menurut Samidin, dari 298 ribu itu banyak usia yang sudah 80 tahun yang menunggu gilirian diberangkatkan. Oleh karena itu calhaj yang sudah sepuh itu perlu mendapatkan prioritas diberangkatkan dibandingkan calon jamaan yang masih muda. (nvi/republika/dbs)

 

Baca juga:

Kepala BPKH: Realisasi Dana Kelola Haji 2018 Lebihi Target

Responsive image
Other Article
Responsive image