:
:
News
Kepala BPKH: Realisasi Dana Kelola Haji 2018 Lebihi Target

gomuslim.co.id – Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) melaporkan dana kelola haji telah melampaui target pada 2018. Hal tersebut terlihat dari rencana Rp111,8 triliun yang terealisasi mencapai Rp113 triliun.

Hal ini disampaikan Kepala BPKH Anggito Abimanyu di Jakarta, Kamis, (24/1/2019). Menurutnya, capaian tersebut diikuti dengan bertambahnya jumlah calon jemaah haji baru sebanyak 664 ribu orang atau meningkat 120 persen. Jumlah tersebut melampaui target calon jemaah haji baru sebanyak 550 ribu orang.

"Total dana yang dikelola BPKH sebesar Rp113 triliun. Target tercapai Rp111,8 triliun, jadi hampir Rp2 triliun lebih dari target. Sedangkan jumlah calon jemaah haji juga menjadi yang terbesar dalam lima tahun terakhir. Tahun ini kita targetkan 700 ribu calon jemaah haji baru," jelasnya.

Anggito menambahkan, peluang bertambahnya jumlah calon jemaah haji baru sangat besar. Hal ini mengingat masih ada potensi 13 juta penduduk Indonesia wajib haji yang belum mendaftarkan diri.

“Pada 2018, BPKH juga melakukan penghematan biaya tidak langsung sebesar Rp224 miliar. Sementara biaya haji yang dikelola BPKH menyumbang 32 persen dari total dana pihak ketiga Bank Umum Syariah,” katanya.

Dari dana yang dikelola tersebut, nilai manfaat mengalami kenaikan 16 persen dibandingkan 2017. Penempatan di Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji  (BPS-BPIH) naik dari rencana Rp2,708 triliun terrealisasi Rp2,996 triliun.

 

Baca juga:

Gerakan MINA Gelar Lomba Vlog Ajak Generasi Milenial Tunaikan Haji

 

Pada 2019 BPKH menargetkan dana kelolaan sebesar Rp121 triliun dengan komposisi 50 persen di BPS-BPIH dan 50 persen di investasi.

Di sisi lain, BPKH akan menginvestasikan langsung potensi dana haji tersedia tahun 2018 sebesar Rp 114 triliun pada sektor penerbangan dan katering, sekaligus untuk peningkatan pelayanan Jemaah Haji Indonesia.

"Fokus kami investasi langsung untuk jemaah. Kami tetap amanah untuk alokasi dana semata-mata untuk umat. Jadi tidak ada satu sen pun untuk infrastruktur," ungkapnya.

Investasi tersebut fokus di Indonesia dan Arab Saudi. Di bidang penerbangan, BKPH akan bekerja sama dengan Garuda Indonesia dan sementara di Arab Saudi fokus untuk investasi hotel dan katering.

Selain itu, sejumlah kerja sama juga akan dilakukan di sektor lain seperti dengan Pertamina untuk bahan bakar pesawat yang mengangkut calon jemaah haji.

Anggito mengatakan, investasi sektor penerbangan dan katering tersebut diupayakan secepatnya bisa terealisasi. Namun jika pada musim haji 2019 belum tercapai kerja sama di sektor itu, upayanya masih akan terus dilanjutkan karena merupakan kebutuhan. (njs/antara/foto:kompas)

 

Baca juga:

Kemenag Umumkan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji pada Februari 2019

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store