:
:
News
KJRI Jeddah Buka Layanan Terpadu untuk Jemaah Indonesia di Madinah 

gomuslim.co.id – Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah mendekatkan pelayanan terpadu (Yandu) serta mendekatkan perlindungan terhadap Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada  didaerah  yang jaraknya berjauhan dari KJRI Jeddah untuk melakukan setiap kegiatan baik di bidang Pendidikan, Pekerjaan, ataupun hanya sekdar Beribadah.

Pelaksanaan Fungsi (PF) Konsuler-1  yang juga merangkap sebagai Koordinator Pelayanan dan Perlindungan Warga, Safaat Ghofur, menyatakan, jarak antara Madinah dengan Jeddah mencapai 460 Kilometer. Menurutnya, sangat membutuhkan banyak waktu dan biaya dalam melakukan suatu kepengurusan.

Karena itu, katanya, dengan  adanya kegiatan Pelayanan Terpadu (Yandu) yang dilaksanakan selama dua hari ini di kantor Urusan Haji untuk Daerah Kerja Madinnah, WNI dapat melakukan kepengurusan seperti Kekonsuleran, Keimigrasian, dan Kewarganegaraan.

“Kekonsuleran yaitu dimana WNI dapat mengurus legalisasi dan penerjemahan dokumen dan lapor diri. Kemudian keimigrasian yang terkondisikan penggantian paspor yang telah habis masa berlakunya, penerbitan paspor baru bagi anak yang baru lahir serta konsultasi kewarganegaraan. Serta Ketenagakerjaan dimana untuk perjanjian kerja, penyelesaian sengketa perburuhan  dan konsultasi ketenagakerjaan, semua dapat di selesaikan di penyelenggaraan pelayanan terpadu di Madinah, Arab Saudi,” ungkap Safaat Ghofur.

 

Baca juga:

Jeddah Jadi Tuan Rumah Desa Global Pertama di Arab Saudi


Ia menyatakan, sekitar 300 pemohon dari berbagai jenis kategori datang untuk melakukan kepengurusan pelayanan. Pemohon umunya adalah Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang lokasi kerjanya berada di Madinah. Serta Mahasiswa yang sedang melanjutkan pendidikannya di Universitas yang berada di Madinah.

Dalam penyelenggaraan pelayanan tersebut, Tim Yandu juga membuka pelayanan konsultasi hukum dan penyelesaian sengketa perburuhan. Selain itu, di sela pelayanan, Tim Yandu juga menggelar sosialisasi hukum yang bertujuan WNI dapat mematuhi segala peranah hukum yang berlaku di Arab Saudi.

Kemudian, WNI diimbau untuk lebih bijaksana dalam penggunaan Media Social dan Saran Informasi dan trasnaksi elektronik lainnya yang berbasis internet, karena menurutnya, di Arab Saudi memiliki Undang Undang dalam konten yang bersifat negatif. (hmz/antara/dbs/foto:panjimas)

 

Baca juga:

Arab Saudi Gunakan Energi Nuklir untuk Produksi Listrik

Responsive image
Other Article
gomuslim
Get it on the play store