:
:
News
Muhammadiyah Komitmen Pelihara Tradisi Keilmuan

gomuslim.co.id - Memasuki abad kedua, Muhammadiyah berkomitmen untuk senantiasa memelihara tradisi keilmuan yang dikembangkan KH. Ahmad Dahlan sejak awal. Bagi Muhammadiyah, memajukan kehidupan peradaban adalah dengan ilmu, oleh karena itu pendidikan menjadi prioritas.

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir ketika ditemui selepas menghadiri acara pelantikan Rektor Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Ahmad Dahlan pekan lalu.

“Tradisi berdiskusi bukan hal baru di Muhammadiyah,” jelas Haedar.

 

Baca juga:

UGM Nilai NU dan Muhammadiyah Bawa Visi Misi Perdamaian Islam Indonesia

 

Haedar menjelaskan bagaimana Persyarikatan yang bercorak pembaharu ini bisa tetap eksis, karena dari dulu sampai saat ini tetap konsisten dengan sikap kritis terhadap realitas sosial dan menjawabnya dengan gerakan nyata. Dalam membangun gerakan sosial, Muhamadiyyah tidak lepas dari diskursus di dalamnya.

Hal itu lanjutnya, sudah biasa dilakukan oleh KH. Ahmad Dahlan. Bahkan dialog itu tidak hanya dilakukan sebatas  dengan sesama umat Islam, tetapi juga dengan berbagai golongan agama maupun paham yang berbeda.

Kader Muhammadiyah diharapkan terbuka terhadap berbagai perbedaan  pemikiran sebagai sebuah tradisi keilmuan.

“Muhammadiyah itu sejak awal selalu menjunjung tinggi keilmuan,” kata Haedar.

Dalam memelihara tradisi akal itulah maka Muhammadiyah selalu terbuka terhadap berbagai pemikiran.  Menyikapi terhadap adanya penolakan kegiatan keilmuan karena perbedaan paham ini, Haedar Nashir menegaskan tidak boleh ada di Muhammadiyah sebuah kegiatan keilmuan yang dihalang-halangi karena alasan perbedaan paham.

“Tidak boleh lagi ada kegiatan keilmuan di Muhammadiyah yang dihalangi,” tegasnya.(nvi/dbs/foto:muhammadiyahorid)

 

Baca juga:

Belajar Kebudayaan, UMY Kirim Mahasiswa dan Dosen ke Jepang

Responsive image
Other Article
gomuslim
Get it on the play store