:
:
News
Wisata Halal Jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi di Jakarta

gomuslim.co.id- Konsep wisata halal di Provinsi DKI Jakarta dinilai sangat berpotensi terhadap perekonomian. Pasarnya diprediksi akan terus tumbuh, spendingnya pun juga menjanjikan. Terlebih lagi, Jakarta juga masuk dalam 10 destinasi prioritas pengembangan pariwisata halal versi Kementerian Pariwisata.

Beberapa tahun terakhir, wisata halal sudah menjadi tren global yang pertumbuhannya terbilang pesat. Indonesia bahkan masuk 4 besar destinasi wisata halal global, dan diprediksi akan terus berkembang.

Kepala Bank Indonesia Perwakilan DKI Jakarta Trisno Nugroho mengatakan, Jakarta diharapkan mampu memanfaatkan tren tersebut karena Jakarta punya potensi besar.

“Sudah saatnya mengoptimalkan potensi pariwisatanya. Wisata halal harus dikembangkan karena bisa menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru di Jakarta,” ujar Trisno, Rabu (16/01/2019).

 

Baca juga:

Ini Tiga Usulan Prioritas Wisata Halal di Jakarta Sebelum 2021

 

Sementara itu, kontribusi wisata halal memang cukup signifikan sebagai penghasil devisa. Wisata ini dapat mengoptimalkan income dari aktivitas transaksi belanja. Arus wisatawannya juga besar. Tim Percepatan Wisata Halal Kemenpar Riyanto Sofyan pun mengutarakan hal yang sama.

“Jakarta memiliki semuanya. Aspek 3A-nya luar biasa. Atraksi, aksesibilitas, dan amenitasnya yang terbaik. Melihat potensinya, Jakarta bisa mendapatkan keuntungan lebih besar dari daerah lain. Apalagi, Indonesia memiliki profil wisata halal yang sangat bagus,” tutur Riyanto.

Indonesia memiliki pondasi kuat untuk membidik posisi teratas di tahun 2019. Jika mengacu Mastercard Crescent Rating-Global Muslim Travel Index (GMTI), Indonesia dan Uni Emirat Arab berada di strip 2. Skornya masing-masing 72. Skor Indonesia hanya terpaut 9 dari Malaysia. Jumlah negara member GMTI mencapai 130.

“Pasar global wisata halal juga tetap tumbuh. Progresnya secara umum menjanjikan. Pasar besar ini tentu harus direbut Indonesia. Salah satu wilayah yang potensial adalah Jakarta. Mereka harus lebih optimal lagi memanfaatkan potensi dan momentum. Aliran wisatawan Muslim dunia juga bagus. Tumbuh besar,” pungkas Deputi Bidang Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani Mustafa.

Sedangkan, pertumbuhan wisatawan signifikan terjadi di wisata halal. Pada tahun 2000, wisata halal punya potensi 25 Juta wisatawan Muslim. Posturnya naik signifikan 424% pada 2017 silam. Angka riilnya ada diangka 131 Juta wisatawan Muslim.

Jumlah pertumbuhan wisatawan Muslim di 2017 ini naik 8,3% dari 2016. Puncaknya diperkirakan akan berada di angka 156 Juta orang pada 2020.

“Pergerakan wisata halal ini bagus. Angka-angkanya juga menggiurkan. Daerah harus lebih peka lagi menangkap potensi ini. NTB sudah membuktikannya,” tambah dia.

Dan, Jakarta memang harus mengoptimalkan lagi potensi besar wisata halal. Semua prasyarat terbaik wisata halal juga dimiliki Jakarta. (nat/okezone/dbs/foto:cheriaholiday)

 

Baca juga:

Praktisi Pariwisata: Wisata Halal Jakarta Nyamankah untuk Turis Asing?

 

Responsive image
Other Article
Responsive image