:
:
News
Ini Kata Menag Soal Tantangan Penyelenggaraan Produk Halal di Tanah Air

gomuslim.co.id – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menegaskan perlu ada kerjasama dan sinergi kuat dalam penyelenggaraan produk halal di Tanah Air. Hal ini mengingat tantangan dalam industri produk halal di masa depan tidaklah ringan.  

Menag menyebut dalam upaya meningkatkan daya saing produk halal, maka kerjasama antar lembaga sangat diperlukan. Menurutnya, kerjasama yang baik antara badan penyelenggara jaminan produk halal Majelis Ulama Indonesia (MUI), kementerian, lembaga dan seluruh stakeholder perlu jadi perhatian.

“Di era globalisasi perdagangan saat ini, berbagai produk olahan dari dalam negeri maupun luar negeri begitu mudah masuk di tengah-tengah masyarakat Indonesia. Kementerian Agama (Kemenag) bersama seluruh stakeholder, para pemangku kepentingan terkait terus berupaya melakukan penyempurnaan proses jaminan produk halal," ujarnya, Rabu (16/1/2019).

Lebih lanjut, Menag mengatakan banyak hal yang harus dilakukan mulai dari penyempurnaan layanan jaminan produk halal, transparansi penyelenggaraan, prosedur sertifikasi yang sistemastis, standar halal yang baik diakui nasional maupun internasional.

“Penyempurnaan komunikasi yang baik dengan semua pihak untuk menjadikan kewajiban halal di Indonesia memiliki nilai tambah bagi terciptanya daya saing produk itu sendiri,” katanya.

Besarnya pasar halal Indonesia, kata dia, harus direspons sebagai peluang bisnis yang mampu memberikan keuntungan. Dia mengingatkan, jika peluang ini tidak diambil para pelaku usaha, maka produsen asing telah siap menggantikan.

"Ini adalah saat yang tepat bagi pelaku usaha di Indonesia dan kawasan internasional untuk menjadi tuan rumah di negeri sendiri," ucapnya.

 

Baca juga:

Kepala BPJPH: PP Jaminan Halal Masuk Tahap Persetujuan Dua Kementerian Lagi

 

Selain itu, Menag menyebut adanya jaminan kehalalan produk menjadi sangat penting. Kesadaran warga, yang mayoritas Islam, untuk mengonsumsi dan menggunakan produk halal yang baik dan dijamin kehalalannya semakin meningkat dari waktu ke waktu.

"Bagi umat Islam khsusunya, jaminan produk halal jelas sangat penting dalam menjalankan kesempurnaan keberagamannya," kata Lukman.

Terlebih, kata dia, Indonesia memiliki konsumen muslim terbesar di dunia. Sedikitnya, 87 persen dari sekitar 260 juta umat muslim ada di Indonesia yang membutuhkan jaminan keamanan, kenyamanan, perlindungan, dan kepastian hukum mengenai kehalalan produk yang dikonsumsi maupun yang digunakan atau dimanfaatkan.

Menag menuturkan, perdagangan internasional juga telah mengintroduksi ketentuan mengenai halal sebagaimana tercantum dalam Kodex Alimentarius pada 1997 yang didukung organisasi Internasional berpengaruh seperti FHO dan WTO.

"Dengan demikian sejumlah organisasi perdagangan internasional telah mengakui bahwa tanda halal pada produk menjadi salah satu instrumen penting untuk mendapatkan akses pasar dan memperkuat daya saing produk domestik di pasar Internasional," ungkapnya. (njs/inews)

 

Baca juga:

IHW: Dengan UU JPH, Indonesia Bisa Pimpin Industri Halal Dunia

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store