:
:
News
Ini Tanggapan PW LBM NU Terkait Pengeras Suara di Masjid 

gomuslim.co.id - Pengurus Wilayah (PW) Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBM NU) Jawa Timur menyelenggarakan pertemuan rutin untuk membahas terkait pembatasan pengeras suara di masjid dan mushalla yang menjadi polemik saat ini.

“Ya, terkait masalah ini akan dibahas di komisi C yakni komisi qanuniyah atau perundangan,” kata KH Ahmad Asyhar Shofyan ketua PW LBM NU Jatim yang dilansir nuonline, Kamis (10/1).

Kiai Ahmad Asyar mengingatkan bahwa tahun 1978 pemerintah sudah mengeluarkan Instruksi Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam yang tertuang pada Nomor Kep/D/101/1978 tentang penggunaan pengeras suara di masjid, langgar, dan mushalla. 

“Dalam surat yang ditandatangani Kafrawi, Dirjen Bimas Islam saat itu, terdapat sejumlah aturan mengenai penggunaan pengeras suara di masjid, langgar, atau mushalla,” jelasnya.

 

Baca juga:

Ini Imbauan DMI Terkait Penggunaan Pengeras Suara di Masjid, Langgar, dan Mushola


Ia menjelaskan bahwa aturan tersebut mengatur sejumlah hal. Yakni penggunaan pengeras suara dilakukan yang orang terampil dan bukan yang mencoba atau masih belajar. Dengan demikian tidak ada suara bising, berdengung yang dapat menimbulkan antipati atau anggapan tidak teraturnya suatu masjid atau mushalla. 

“Di aturan itu disebutkan bahwa pengguna pengeras suara yakni muadzin, imam shalat, pembaca al-Qur’an, dan sejenisnya hendaknya memiliki suara fasih, merdu, enak tidak terlalu kecil,” terangnya.

Katanya, hal tersebut untuk menghindarkan anggapan orang luar tentang tidak tertibnya suatu masjid dan bahkan jauh daripada menimbulkan rasa cinta dan simpati yang mendengar.

Sementara itu, menurut Ustadz Ahmad Muntaha, dari keadaan tersebut, pertanyaan yang mengemuka yaitu adakah batasan aturan secara fiqih dalam mengeraskan suara adzan dan semisalnya, baik dalam lingkungan yang homogen ataupun heterogen.

Kemudian, Ustadz Muntaha mengemukakan bahwa juga akan dibahas seputar kesunnahan meninggikan suara.

“Termasuk bagaimana bila suara tersebut menjangkau ke tempat jauh menjadi gugur dengan aturan pemerintah untuk membatasi volumenya,” pungkasnya. (hmz/nuonline/foto:dtk)

 

 

Baca juga:

Ini Imbauan IKANU Terkait Pengeras Suara Masjid

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store