:
:
News
Bandara Internasional Banyuwangi Tingkatkan Sektor Pariwisata

gomuslim.co.id - Menteri Pariwisata Arief Yahya mengapresiasi meningkatnya jumlah kunjungan penumpang di Bandara Banyuwangi. Hal ini ditandai dengan aksesibilitas udara Kabupaten Banyuwangi semakin mumpuni.

Hal ini dibuktikan dengan tingginya pergerakan penumpang di Bandara Internasional Banyuwangi (BWX). Selama 2018 lalu, penumpang bandara yang berada di Desa dan Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi, meningkat 92%. 

Sektor pariwisata memang menjadi salah satu penunjang meningkatnya bandara berkonsep hijau pertama di Indonesia itu. 

"Selain bisnis, sektor pariwisata yang menunjang banyaknya okupansi penumpang di Bandara Internasional Banyuwangi," ujar Anton Marthalius, Eksekutif General Manager Bandara Internasional Banyuwangi, Selasa (08/01/2019). 

 

Baca juga:

Banyuwangi Siap Bidik Wisman Timur Tengah, Ini Keunggulan Destinasinya



Pertumbuhan signifikan BWX tak pelak membuat Menteri Pariwisata Arief Yahya pun bahagia. Kerja kerasnya yang ikut mendorong BWX berkembang pesat terbayar sudah. Sedari awal Menpar Arief memang memprediksikan BWX akan menjadi tourism hub airport bagi wilayah sekitar Banyuwangi.

"Pengembang pariwisata itu tak lepas dari integritas antar daerah. Kelancaran aksesibilitas menjadi kuncinya. Ini yang terus kita dorong untuk mengembangkan pariwisata di daerah sekitar Banyuwangi," tambah Menpar.

Potensi Bandara Internasional Banyuwangi untuk mendulang banyak penumpang memang sangat besar. Terlebih, bandara ini telah memiliki rute internasional.

"Bandara Internasional Banyuwangi telah melayani penerbangan langsung ke Malaysia. Dan inilah momen untuk memaksimalkan potensi pariwisata Banyuwangi. Momen untuk menonjolkan keramahan Banyuwangi," jelasnya.

Mantan Dirut PT Telkom itu menilai, Banyuwangi memiliki banyak destinasi yang bisa dijual untuk mendatangkan wisatawan mancanegara.

"Ada Kawah Ijen, Taman Nasional Baluran, Pulau Merah, dan masoh banyak lagi. Itu semua potensi yang harus dimaksimalkan," paparnya.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyambut antusias dengan peningkatan signifikan Bandara Internasional Banyuwangi. Ini menjadi pemicu semangat bagi Banyuwangi menyediakan destinasi dan atraksi wisata. 

"Kami semakin semangat. Ini ikhtiar kami dalam mewujudkan bandara sebagai hub dan akses masuk ke Banyuwangi. Wisatawan semakin meningkat," tutur Abdullah. 

Hadirnya BWX bukan hanya menjadi berkah warga Banyuwangi, tetapi juga dirasakan oleh warga Jember, Bondowoso, Situbondo dan Bali Barat. 

PT Angkasa Pura II (Persero) mencatat jumlah pergerakan penumpang di bandara paling ujung Timur Pulau Jawa ini mencapai 366.155 penumpang di tahun 2018. Padahal di tahun 2017 bandara ini hanya melayani 190.369 penumpang.

Tak hanya peningkatan jumlah penumpang. Jumlah aktivitas pesawat di BWX juga mengalami peningkatan. Pada tahun 2017 bandara ini tercatat melayani 2967 pergerakan pesawat. Sementara di tahun 2018, naik menjadi 4782 pergerakan pesawat. Maskapai yang hadir pun kini semakin banyak. Mulai dari Batik Air, Citilink, Nam Air, Garuda Indonesia hingga Wings Air.

Berbagai fasilitas tambahan membuat BWX semakin mumpuni. Apalagi BWX kini telah dilabeli sebagai bandara internasional. Mulai dari perluasan Appron dari 3 Parking Stand (PS) atau parkir pesawat menjadi 9 PS. Selain itu ada juga penguatan PCN (Pavement Clasification Number) RunWay dari 37 ke 56. Sehingga secara otomatis dapat didarati pesawat A-320. (nat/detik/dbs/foto:skyscrapercity)

Responsive image
Other Article
Responsive image