:
:
News
PATUHI: VFS Tasheel Jadi Titik Kegaduhan Calon Jemaah Umrah Indonesia 

 

gomuslim.co.id – Pelaksanaan pengambilan data biometik calon jamaah umrah oleh perusahaan swasta asing bernama VFS Tasheel telah menimbulkan kegelisahan baru bagi para calon jamaah umrah maupun penyelenggara umrah Indonesia. Permusyawaratan Antar Syarikat Travel Umrah dan Haji Indonesia (PATUHI) yang terdiri asosiasi agen travel HIMPUH, AMPHURI, ASPHURINDO dan KESTURI, menolak keberadaan VFS Tasheel.

Menurut anggota dewan PATUHI, Joko Asmoro, pihak ketiga pembuat visa atas penunjukan Kedutaan Besar Arab Saudi itu dinilai tidak efisien dan mempersulit jamaah saat melaksanakan umrah. Katanya, dalan setahu jumlah jamaah Umrah Indonesia mencapai satu juta jiwa yang tersebar di penjuru Indonesia.

“Tanpa dibekali perangkat yang memadai, untuk lokasi kantor VFS Tasheel sendiri tidak tersebar di seluruh penjuru Indonesia, hanya ada 9 kantor di Indonesia seperti Aceh, Medan, Lampung, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Bandung, Surabaya, Balikpapan, dan Makassar. Lalu, bagaimana para calon jamaah yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia seperti Papua ?, mereka perlu ke Makassar, Ternate pun nggak ada, juga Padang. Konsekuensinya biaya yang terlalu tinggi dan waktu pelayanan yang terbilang lama,” ungkap Joko Asmoro dalam konfrensi pers, Jumat (4/1).

Ia mengatakan, kebijakan yang semula dimaksudkan Pemerintah Saudi untuk mengurangi antrian saat kedatangan di bandara Jeddah maupun Madinah, telah berubah menjadi prosedur tambahan yang sangat menyulitkan jamaah Umrah. Menurutnya, selain secara teknis sangat menyulitkan, VFS Tasheel juga dinilai mengabaikan UU nomor 13 tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Haji dan Umrah, dimana Perseroan Terbatan yang terlibat dalam penyelenggaraan umrah wajib mendapat ijin Menteri Agama.

“VFS Tasheel sangat tidak siap dalam pelaksanaan pengambilan biometrik. Ketidaksiapan itu meliputi tenaga ahli dan peralatan yang menyebabkan antrean panjang hingga berjam-jam di sejumlah tempat,” ungkapnya.

Joko Asmoro menyatakan, PATUHI menghendaki adanya pengambilan biometrik di bandara yang ditentukan di Indonesia akan tetapi dengan waktunya 4 jam sebelum keberangkatan, namun belum menemukan titik temu dengan Arab Saudi juga pelaksananya VFS Tasheel.

"VFS Tasheel menjadi kegaduhan yang merugikan pesawat dan juga hotelnya. Tidak banyak solusi dari beberapa kelembagaan. VFS Tasheel mengatakan kami hanya kontraktor dan pelaksana melaksanakan perintah dari KSA melalui kedutaan," terang Joko.

Sementara itu, PATUHI terus berusaha berdialog dengan Pemerintah Republik Indonesia, akan tetapi tidak menemui titik terang penyelesaian. Joko Mengaku, PATUHI juga sudah mencoba berkomunikasi langsung dengan pihak Arab Saudi, Namun lagi-lagi masih belum ada titik terang.

Kemudian, dengan tidaknya menemui penyelesaian, kini PATUHI akan berupaya meneruskan keluhan dengan berencana menemui President Republik Indonesia Joko Widodo terkait permasalahan VFS Tasheel yang menyulitkan para calon Jamaah Umroh.

“Presiden sebagai Kepala Negara dan Pemerintahan yang berkewajiban melindungi kedaulatan negara Indonesia, agar segera memberhentikan kegiatan penzaliman oleh swasta asing yang mengambil data diri warga negara RI tanpa hak di wilayah hukum kedaulatan Indonesia,” terang Joko Asmoro.

Sementara itu, perlu di ketahui, Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia HE Osamh Mohammed Abdullah Shuibi meresmikan VFS/TasHeel di Epiwalk, Jakarta Selatan sejak sejak 24 Oktober 2018, dimana, semua pengajuan visa ke negara Arab harus menyertakan rekam biometrik. VFS Tasheel adalah perusahaan swasta asing yang menjadi rujukan Kedutaan Besar Kerajaan Arab Saudi. (hmz/dtk/dbs/foto:bisnisjakarta)

 

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store