:
:
News
Ini Pertumbuhan Industri Keuangan Syariah Dunia Selama 2018

gomuslim.co.id – Industri keuangan syariah dunia tumbuh 11 persen menjadi 2,4 triliun dolar AS dalam aset pada 2017 atau oleh Laju Pertumbuhan Majemuk Tahunan (CAGR) sebesar 6 persen dari 2012. Hal demikian terlihat dalam Laporan Pembangunan Keuangan Islam (Islamic Finance Development) 2018 baru-baru ini.

Laporan ini berdasarkan angka untuk 56 negara yang sebagian besar di Timur Tengah dan Asia Selatan dan Tenggara. Iran, Arab Saudi, dan Malaysia tetap menjadi pasar keuangan Islam terbesar dalam hal aset, sementara Siprus, Nigeria, dan Australia mengalami pertumbuhan paling cepat.

Malaysia, Bahrain, dan UEA kembali memimpin 131 negara yang dinilai dalam hal skor Indikator Pengembangan Keuangan Islam. Skor ini meliputi Pengembangan Kuantitatif, Pengetahuan, Tata Kelola, Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR), dan Kesadaran.

“Pasar keuangan Islam unggul yang baru muncul yang memiliki sebagian besar perbaikan dalam ekosistem keuangan dan pendukungnya termasuk Irak, Suriname, Nigeria, dan Ethiopia,” demikian seperti dilansir dari publikasi Salaam Gateway, Rabu (02/01/2019).

 

Baca juga:

Rektor Perbanas: KNKS Punya Peran Penting dalam Pengembangan Ekonomi Syariah

 

Pasar modal syariah memimpin pertumbuhan industri. Pasar modal syariah terdiri dari obligasi syariah, atau sukuk, dan dana syariah yang mengungguli lembaga keuangan syariah. Sukuk tumbuh dengan CAGR sebesar 9 persen, menjadi 426 miliar dolar AS dari total sukuk yang beredar pada tahun 2017, sebesar 17 persen dari total aset industri.

Malaysia tetap menjadi pasar sukuk terbesar dan sekarang bermaksud untuk membuka pasar ini untuk investor ritel dan juga memperkenalkan skema hibah untuk penerbit green sukuk. Namun, Arab Saudi semakin bersaing dalam hal penerbitan sukuk. Saudi mengeluarkan rekor 26 miliar dolar AS pada 2017, sebagian besar sukuk domestik dan internasional, dan terus diterbitkan selama 2018.

Dana syariah tumbuh sebesar 16 persen CAGR menjadi 110 miliar dolar AS, atau 4 persen dari total aset keuangan Islam. Meskipun demikian, sektor ini tetap sangat terkonsentrasi di Iran, Arab Saudi dan Malaysia, dan meskipun demografi yang kuat untuk investasi di negara-negara ini, sebagian besar dana Islam tetap kecil. (njs/salaamgatway/rep)

 

Baca juga:

Deputi Gubernur BI: Indonesia Berpeluang Jadi Pemain Utama Industri Halal dan Keuangan Syariah Dunia

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store