:
:
News
KNKS Bersama Bappenas Susun Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia 

gomuslim.co.id – Upaya mendorong pembangunan ekosistem yang efektif untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia terus dilakukan. Salah satunya, Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) bersama Kementerian PPN/Bappenas menyusun Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia.

Dalam public hearing di kampus Sekolah Tinggi Ekonomi Indonesia (STEI) SEBI Depok, Jawa Barat, Kamis (27/12/2018). Ketua STEI SEBI, Sigit Pramono PhD mengatakan Masterplan tersebut menjadi penyempurna Masterplan Arsitektur Keuangan Syariah Indonesia.

“Public hearing ini sangat penting  untuk menampung saran dan masukan dengan mengundang seluruh stakeholder, baik akademisi maupun praktisi,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (27/12/2018).

Akademisi yang turut mendesai masterplan, Dr  Nur Hidayah memaparkan, ke depan terdapat beberapa strategi dasar dan utama yang perlu diwujudkan dalam menyokong keberhasilan atas target-target yang ditetapkan. “Dalam hal ini kebutuhan riset dan kolaborasi merupakan isu utama yang ditekankan,” ujarnya.

 

Baca juga:

Rektor Perbanas: KNKS Punya Peran Penting dalam Pengembangan Ekonomi Syariah

 

Menanggapi hal tersebut, Azis Budi Setiawan, mengatakan bahwa ekonomi syariah di Indonesia saat ini besar di retorika tapi di level pelaksanaan koordinasi kelembagaan masih cukup berat dan kebijakan eksekusi masih lambat. “Sehingga,  Indonesia perlu mempersiapkan segala prasyarat untuk menjadi negara ke-4 dengan GDP terbesar di dunia,” tuturnya.

Adapun Prof Dr Muhammad bin Said menyampaikan optimisme dalam mengaplikasikan ekonomi syariah di Indonesia. “Meski masih kecil, namun berapa banyak yang kecil itu mengalahkan yang besar. Sinergi dan fokus pada pengembangan setiap sektor merupakan kuncinya,” tegasnya.

Sementara itu, perwakilan KNKS, Safri Haliding, mengatakan, industri halal, keuangan sosial, dan platform digital merupakan tiga  industri prioritas. Meski saat ini koordinasi antara KNKS dan seluruh stakeholder masih menjadi hambatan besar. “Prioritas ketiga hal di atas sangat penting agar Indonesia dapat menjadi pusat ekonomi dan keuangan syariah global,” ungkapnya. (njs/rilis/dbs/foto:finansialku) 

 

Baca juga:

Industri Makanan dan Minuman Jadi Pendorong Ekonomi Syariah

Responsive image
Other Article
Responsive image