:
:
News
Terselip Pesan Dakwah di Film Layar Lebar ‘Namamu Kata Pertamaku’

gomuslim.co.id - Film Namamu Kata Pertamaku yang diproduseri oleh Hendra Sirajuddin tak hanya sekadar film yang berintrik romansa, sinema drama ini juga berbalut pesan dakwah serta menyampaikan pentingnya sikap menerima terhadap rekan difabel.

Kisah berfokus pada si Bisu (Adipati Dolken), yang melakukan perjalanan dari kampungnya menuju Toraja. Si Bisu ingin menjajal ritual Manene yang dikenal sakti. Dia sangat berharap bisa sembuh dan berbicara seperti orang normal.

Sayangnya, sederet kejadian malang menimpa si Bisu hingga dia terdampar di masjid sebuah desa. Namun, nasib baik masih berpihak pada si bisu ketika ia ditemukan oleh Yunus, salah satu pengurus Masjid. Ia merawat si bisu, memberikan tempat tinggal sementara dan tentu saja makan.

Pria bisu ini kemudian mengenal lingkungan Masjid termasuk warga yang tinggal di sekitar. Pria bisu ini pun mengenal lebih banyak Majelis Taklim di Masjid tersebut. Salah satunya adalah Nila, yang begitu baik padanya.

Selama perjalanan itu, banyak adegan yang menampakkan bahwa rekan difabel yang berkebutuhan khusus masih dipandang sebelah mata oleh masyarakat umum.

 

Baca juga:

Garin Nugroho: Film Tentang Keislaman Lebih Mudah Dimengerti

 

Dalam alur kisahnya, Si Bisu dihardik, diusir, bahkan dipukul. Tak jarang dia dicurangi, disangka pengemis dan idiot. Begitu pula penolakan demi penolakan yang dihadapi, salah satunya saat meminta bantuan atau ingin membayar makanan dengan menukar barang yang melekat di tubuhnya.

Sutradara Rere Art2tonic yang sekaligus menulis skenario film, mengungkap inspirasi di balik cerita dalam film. Dia terilhami dari sebuah kisah nyata di sebuah pulau, di mana seorang anak menjadi tuli akibat terlalu sering menyelam.

Sineas bernama lengkap Syahrir Arsyad Dini itu mengatakan, akhir dari cerita si Bisu serupa dengan akhir kisah anak tersebut. Namun, dia mengubah latar belakang tokoh, konflik utama, serta kebutuhan khusus yang dimiliki.

Menurut Rere, penonton yang menyimak bisa jadi akan terkecoh selama satu jam pertama. Dia berharap, Namamu Kata Pertamaku bisa diterima dengan baik, memberikan pengaruh dan menyebarkan pesan positif kepada seluruh penikmat film.

"Kita semua harus bersyukur dengan keadaan. Menyadari bahwa tidak ada sesuatu yang tidak mungkin, apa saja bisa terjadi. Film ini membuktikan itu," ucap pria 43 tahun asal Makassar itu.

Film NamaMu Kata Pertamaku sudah tayang mulai 29 November 2018 di bioskop-bioskop Indonesia. (nat/dbs/foto:tribun)

 

 

Responsive image
Other Article
Responsive image