:
:
News
Kue Kolombengi, Kudapan Khas Warga Gorontalo pada Peringatan Maulid Nabi

gomuslim.co.id – Hari ini, Selasa, (20/11/2018) bertepatan dengan peringatan mauled Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Banyak kalangan memperingatinya dengan beragam cara. Salah satunya warga Gorontalo yang mewajibkan pembuatan kue kolombengi dan wapili dijadikan hiasan tolangga atau usungan untuk menyambut perayaan walima atau Maulid Nabi Muhammad SAW.

Tolangga ini terbuat dari kayu atau rotan yang berbentuk menara atau perahu. Dari pucuk tolangga hingga ke bagian bawah dipenuhi dua jenis kue khas ini. Kolombengi atau plemben dan wapili atau wafel merupakan kue yang harus ada dalam setiap perayaan walima. Kue ini membentuk menara atau perahu karena jumlahnya yang banyak dan rapat.

 “Kue kolombengi sudah dibuat sejak beberapa hari lalu, kalau wapili saat dekat perayaan,” kata Fatma Daud, warga Kelurahan Lekobalo, Kota Barat, Kota Gorontalo, Senin (19/11/2018).

Setiap kepala keluarga yang mampu biasanya membuat tolangga yang dibawa ke masjid terdekat. Tolangga yang penuh kue ini akan dibagi kepada warga yang semalam suntuk sebelumnya membaca dikili atau riwayat Nabi Muhammad. Sisa kue yang ada akan dibagikan kepada masyarakat yang hadir dalam perayaan walima.

“Setiap perayaan walima selalu ramai. Anak-anak sangat senang,” kata Hamzah Tamu, salah seorang warga Kelurahan Buliide. Tolangga diarak dari rumah-rumah menuju masjid dengan berbagai kendaraan, ada juga yang dipikul oleh sejumlah orang. Perayaan walima bagi warga Gorontalo sudah diwarisi sejak lama, diperkirakan ada sejak masuknya Agama Islam sekitar abad XVI.

Untuk diketahui, ekspresi memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada 12 Rabiul Awal dilakukan umat Islam Gorontalo dengan membuat walima. Biasanya mereka menggelar parade kue walima atau sesajian kue tradisional yang ditata berbentuk aneka hiasan.

Kepala Bidang Pariwisata Provinsi Gorontalo Resma Kabakoran, walima adalah ada kue yang disusun-susun dari kue tradisional khas gorontalo semisal kolombengi, wapili, tutulu, telor ayam rebus, ayam panggang sendiri. Kemudian diarak ke masjid, kemudian melakukan doa bersama. (fau/kompas/nuonline/dbs/foto: kompas)

 

Baca juga:

Peringatan Maulid Nabi Muhammad: Menjadi Generasi Milenial Sejati dengan Tabayyun ala Nabi

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store