:
:
News
LPDB Targetkan Akses Skim Pembiayaan Syariah untuk UMKM Terealisasi Tahun Depan 

gomuslim.co.id- Para pelaku UMKM bisa mengakses langsung skim pembiayaan syariah dana bergulir tanpa melalui lembaga perantara keuangan atau koperasi. Demikian disampaikan Direktur Pembiayaan Syariah Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) KUMKM Jaenal Aripin, Selasa (13/11/2018).

Ia menyebut pihaknya sedang dalam proses mengusulkan perubahan layanan kepada Kementerian Keuangan agar ada perubahan skim pembiayaan. "Khusus untuk skim pembiayaan syariah, ada perubahan ketentuan sehingga bisa diakses langsung oleh UMKM tanpa melalui lembaga perantara," jelasnya.

Jaenal menargetkan pengajuan akses langsung UMKM terhadap dana bergulir melalui skim syariah tersebut bisa direalisasikan mulai tahun depan. Pihaknya melihat dari sisi kualitas potensi pembiayaan syariah semakin baik bahkan lebih besar seiring dengan semakin tingginya minat masyarakat terhadap skim pembiayaan syariah.

“Secara kuantitas animo masyarakat cukup tinggi karena lembaga tersebut menggandeng komunitas-komunitas yang terkait. Jaringan komunitas ini dalam memberikan informasi sangat kuat sehingga edukasi bisa lebih efektif," katanya.

Ia menambahkan bahwa pola syariah dianggap lebih berkeadilan dan lebih memanusiakan pelaku usaha. Lembaga keuangan syariah juga dinilai pelayanannya lebih ramah, humanis, dan menempatkan nasabah sebagai mitra.

LPDB KUMKM menargetkan bisa menyalurkan dana bergulir dengan skim syariah sebesar Rp 450 miliar sampai akhir tahun ini. Untuk itu, pihaknya salah satunya akan menggelar Indonesia Syariah Fair, sebagai event untuk memfasilitasi UMKM dalam mendapatkan modal usaha pada 27-29 November 2018.

"Kami berharap ajang ini mampu semakin mendorong inklusi dan literasi pembiayaan syariah di kalangan masyarakat kita," katanya.

 

Baca juga:

Gandeng MES, LPDB-KUMKM Siapkan Strategi Peningkatan Penyaluran Dana dengan Pola Syariah

 

Sementara itu, Pengurus Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Muhammad Bagus Teguh Prawira mengatakan secara alamiahnya ekonomi syariah membuka ruang inovasi dan kreativitas dalam bertransaksi. "Banyak produk keuangan syariah yang dapat mendukung industri keuangan syariah," katanya.

Ia menekankan perlunya sosialisasi tentang ekonomi syariah kepada pelaku industri ekonomi kreatif mulai mikro hingga besar.

Deputi Akses Permodalan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Fadjar Hutomo mengatakan pengembangan industri kreatif berbasis syariah memerlukan sejumlah faktor pendukung di antaranya pelatihan dan edukasi program kepada masyarakat, lebih banyak konferensi, riset dan pengembangan, hingga publikasi.

"Selain itu perlu juga standar-standar Islami diterapkan dalam hal sertifikasi, akreditasi, standar untuk pembeda, dan pilar untuk core ekonomi Islam," katanya.

Sebelumnya, dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 75 Tahun 2011 tentang Tarif Layanan Dana Bergulir disebutkan bahwa skim pembiayaan syariah belum bisa disalurkan langsung kepada para pelaku UMKM tetapi harus melalui lembaga perantara misalnya lembaga keuangan bank, non bank, dan koperasi simpan pinjam pembiayaan syariah. (njs/rep/detikfinance/foto:sentana)

 

Baca juga:

Februari 2018, LPDB-KUMKM Mulai Salurkan Dana Bergulir dengan Skema Syariah

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store