:
:
News
Kartu Nikah Mudahkan Pasangan Bepergian, Ini Perbedaan Fungsinya dengan Buku Nikah

gomuslim.co.id - Penerbitan kartu nikah yang dilakukan Kementerian Agama berfungsi memberikan keterangan status pernikahan tanpa membawa buku nikah. Namun, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menilai tidak ada keharusan bagi pasangan untuk memiliki kartu nikah.

“Ini tidak ada kaitannya wajib atau tidak wajib, jadi ini adalah kartu yang diterbitkan untuk mempermudah, fasilitasi ini diterbitkan sebagai sebuah terobosan bagi Kementerian Agama kaitannya dengan Dukcapil dengan sistem data kependudukan kita. Dengan harapan kita memilikinya,” tutur Menag, Senin (12/11/2018).

Ditegaskan Menag, penerbitan kartu nikah bukan upaya menghapus buku nikah yang selama ini sudah berfungsi secara baik. Sehingga buku nikah tetap merupakan dokumen resmi terkait pencatatan nikah.

“Jadi ini bukan pengganti, ini tambahan informasi karena ada barcode di sini,” ujarnya.

Barcode memudahkan sejumlah kalangan untuk mengetahui identitas setiap warga negara terkait status pernikahannya. Dalam hal ini, Kementerian Agama (Kemenag) melalui Direktorat Jendral Bimbingan Masyarakat Islam (Dirjen Bimas) melakukan terobosan inovasi berupa penerbitan kartu nikah. Adapun inovas ini sejalan dengan peluncuran Sistem Informasi Manajemen Nikah Berbasis Wabsite (Simkah Web).

Di pihak lain, Ditjen Bimas Kemenag, Muhammadiyah Amin mengatakan kartu nikah berisi tentang informasi pernikahan yang bersangkutan. Seperti nama, nomor akta nikah, nomor perforasi buku nikah, tempat dan tanggal nikah. Di dalam kartu nikah tersebut, akan ada kode QR yang terhubung dengan aplikasi Simkah (Sistem Informasi Manajemen Nikah).

 

Baca juga:

Permudah Pengantin, Kemenag Luncurkan SIM Nikah dan Kartu Nikah


“Kartu nikah dilatarbelakangi oleh inovasi karena era digital, lalu buku nikah marak pemalsuan maka Simkah Web ini digunakan untuk meminimalisir pemalsuan buku nikah. Lalu kartu nikah ini bersinergi dengan data-data kependudukan antara lain nama, alamat dan dan lainnya,” papar Amin.

Kemudian, alasan lain karena semakin banyak hotel syariah yang mensyaratkan adanya bukti nikah untuk pasangan yang hendak menginap. Perkembangan hotel syariah di Indonesia berkembang maju ketika seorang tamu hotel syariah pasti diminta keterangan kependudukannya, dan ada atau tidanya buku nikah yang dibawa.

“Kebanyakan pasti enggak bawa buku nikah, karena itu kartu nikah sangat praktis bisa di bawa kemana-mana seperti KTP,” tandasnya. (nat/kemenag/dbs/foto:twitter Kemenag RI)

 

Baca juga:

Ini Hotel di Jakarta yang Bakal Berkonsep Syariah 

 

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store