:
:
News
Permudah Pengantin, Kemenag Luncurkan SIM Nikah dan Kartu Nikah

gomuslim.co.id -  Kementerian Agama secara resmi meluncurkan sistem informasi manajemen nikah (SIMKAH) dengan berbasis web, dan kartu nikah yang akan terkoneksi di dukcapil kemendagri. Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin yang membuka peluncuran di kantor Kemenag, Thamrin, Kamis (8/10/2018). Dirinya berharap data-data kependudukan bisa lebih valid.

"Iya ini pertama kali kita meluncurkan sistem informasi manajemen nikah, ini aplikasi untuk memudahkan pencatatan peristiwa nikah, dan ini terkoneksi di dukcapil kemendagri dengan kemudian harapannya data kependudukan kita dapat lebih valid, lebih baik dengan sistem aplikasi seperti ini. Dan tentunya akan lebih mudah untuk pencatatan peristiwa nikah ," jelas  Menag Lukman.

Selain itu, Menteri Agama juga menyinggung dengan adanya kartu nikah yang terintegrasi seperti ini bisa sebagai bentuk proteksi terhadap wanita.

"Seperti yang saya katakan tadi, ini adalah bentuk proteksi terhadap perempuan dan anak-anak, karena dalam banyak kasus sering ditemukan bahwa mereka yang menikah dicatat di kemudian hari bermasalah, karena ternyata dia pernah menikah ditempat lain, dengan perempuan lain sehingga menimbulkan persoalan," ujar Lukman.

Dengan sistem aplikasi maka hal seperti ini diharapkan tidak akan terjadi lagi, karena setiap orang ketika menikah akan langsung tercatat dalam data kependudukan, sehingga tidak ada duplikasi atau hal-hal yang selama ini menjadi persoalan di masyarakat.

"Semangatnya pernikahan kita, perkawinan kita, betul-betul dimaknai sebagai peristiwa yang sakral sehingga orang tidak hanya memaknai sebagai seremonial semata tapi betul-betul memiliki pemaknaan yang baik secara esensi dan substansi pernikahan. Dan karenanya perlu di-backup sistem manajemen informasi yang baik." sambung Menag.

Bentuk Kartu Nikah Seperti Kartu ATM

Sementara itu, kartu nikah juga diluncurkan berbarengan dimaksudkan agar lebih mudah dibawa atau sebagai tanda bukti.

"Kita ingin tanda bukti seseorang yang menikah itu tidak perlu lagi menjukkan buku nikah yang cukup besar, sulit untuk ditaruh dalam saku, bepergian dan seterusnya, jadi akan kita rubah menjadi kartu nikah dengan model seperti kartu atm, ktp, kartu pada umumnya yang mudah dibawa di dompet kita." ujar Lukman menambahkan.

Ditempat yang sama, Direktur KUA dan Keluarga Sakinah, Mohsen menjelaskan ada 1.900 KUA yang sudah terintegrasi, "Pokoknya yang sudah bisa terkoneksi dengan akses internet, semua bisa masuk," ujarnya.

Bagi suami dan istri yang sudah resmi menikah masing-masing akan mendapatkan kartu nikah, ada yang hijau dan merah.

"Semua konten dapat dilihat di dalam data-data tersebut, seperti e-money, kita baru menargetkan ada satu juta kartu nikah yang diproduksi pada 2018 ini. Yang belum akan kita proses namun bertahap, yang jelas sudah mulai kita luncurkan bersamaan dengan ini Simkah,” pungkas Menag. (kemenag/dbs/foto: ilustrasi)

 

Baca juga:

Kemenag Terbitkan PMA Pencatatan Perkawinan

Responsive image
Other Article
gomuslim
Get it on the play store