:
:
News
Total Aset BRI Syariah Naik 19 Persen pada Triwulan III 2018

gomuslim.co.id- Kinerja perbankan syariah di Indonesia terus membaik. Salah satunya ditunjukan BRI Syariah. Kinerja keuangan anak usaha PT BRI Tbk ini kembali mengalami peningkatan pada Triwulan III 2018.

Aset, pembiayaan, penghimpunan dana, serta indikator kinerja memperlihatkan tren positif. Total aset BRI Syariah pada Triwulan III – 2018 mengalami peningkatan sebesar 19% secara Year on Year (yoy) menjadi Rp36,18 Triliun dari posisi sebelumnya Rp30,42 Triliun pada Triwulan III – 2017.

Fungsi intermediary BRI Syariah tetap berjalan baik di tengah makro ekonomi yang masih belum pulih. Penyaluran dana melalui pembiayaan telah tumbuh sebesar 14% secara yoy. Pembiayaan meningkat dari Rp18,66 Triliun pada akhir September 2017 menjadi Rp21,28 Triliun pada September 2018.

Selain itu, di tengah likuiditas yang masih ketat, BRI Syariah masih terus bisa konsisten  melakukan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK). Hingga akhir September 2018, Penghimpunan DPK mencapai angka Rp27,76 Triliun atau secara yoy meningkat sebesar 9% dari posisi yang sama di 2017 yaitu sebesar Rp25,36 Triliun.

Direktur Utama BRI Syariah, Moch. Hadi Santoso, mengatakan dari sisi laba, BRI Syariah berhasil membukukan laba bersih per September 2018 sebesar Rp 151 Miliar atau meningkat 19% secara yoy dari posisi yang sama pada tahun lalu yang mencapai laba sebesar Rp 127 Miliar.

 

Baca juga:

Gaet Milenial, BRI Syariah Sukses Raih Transaksi Rp 11,8 M di Jojga Halal Fest 2018

 

“Peningkatan laba bersih BRIsyariah pada triwulan III – 2018 ini memang tidak sebesar peningkatan laba bersih yang berhasil dibukukan BRI Syariah pada triwulan sebelumnya. Hal ini tidak terlepas dari masih berlangsungnya proses transformasi terutama pada area manajemen risiko di BRI Syariah” ujarnya.

Ia menyebut, transformasi pada area manajemen risiko di BRI Syariah khususnya di bidang pembiayaan masih menjadi fokus kami saat ini, mulai dari proses underwriting yang dilakukan untuk perbaikan kualitas pembiayaan hingga memupuk kecukupan pencadangan sebagai bagian yang terintegrasi dalam manajamen risiko pembiayaan.

“Hal ini mungkin akan berdampak pada laba bersih Perseroan yang diproyeksikan akan berlangsung hingga 2019, namun jika dilihat dari laba operasi sebelum pencadangan (Pre-Provision Operating Profit/PPOP), kami optimis angka ini akan terus tumbuh,” katanya.

Sementara itu, Direktur Keuangan Bank BRI, Haru Koesmahargyo, menyatakan bahwa Bank BRI akan memberikan support sepenuhnya kepada BRI Syariah dalam rangka mendorong kinerjanya melalui berbagai sinergi bisnis berupa dukungan finansial, infrastruktur, manajemen SDM, operasional, hingga pemasaran.

“Pencatatan saham perdana BRI Syariah (BRIS) di Bursa Efek Indonesia pada Tanggal 9 Mei 2018 lalu merupakan salah satu tahapan dalam mewujudkan salah satu pilar penunjang tercapainya tujuan Bank BRI di Tahun 2022 sebagai The Most Valuable Bank in South East Asia & Home to the Best Talent,” ungkapnya. (njs/mysharing/rilis/foto:tribun)

 

Baca juga:

BRI Syariah Catatkan Pembiayaan Konsumer Rp 627 Miliar pada Semester Pertama 2018

Responsive image
Other Article
gomuslim
Get it on the play store