:
:
News
Lewat Islamic Book Fair 2019, IKAPI Ajak Masyarakat Berantas Buta Huruf

gomuslim.co.id - Sebagaimana data dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang dikutip Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) saat peringatan hari aksara Internasional pada 8 September, jumlah masyarakat Indonesia berusia 15 tahun ke atas yang mengalami buta aksara mencapai 2,07 persen atau sekitar 3,4 juta jiwa.

Berdasarkan fakta tersebut, Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) DKI Jakarta melalui Panitia Islamic Book Fair (IBF) 2019, mengajak sejumlah lembaga, baik instansi pemerintah maupun perusahaan swasta untuk bersama-sama memberantas buta huruf (aksara).

Koordinator CSR Islamic Book Fair (IBF) 2019, Endah mengatakan meski angkanya setiap tahun mengalami penurunan, namun pihaknya harus terus berupaya untuk menggalakkan literasi agar masyarakat yang mengalami buta huruf semakin turun.

IBF 2019 akan  diselenggarakan pada 27 Februari hingga 3 Maret 2019 di Jakarta Convention Center (JCC).

Tercatat sekitar 11 provinsi di Indonesia yang mengalami buta aksara cukup tinggi. Sebanyak 28,75 terdapat di Papua;  lalu 7,91 persen ada di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB); 5,15 persen di Nusa Tenggara Timur (NTT); 4,58 persen di Sulawesi Barat; 4,50 persen di Kalimantan Barat; 4,49 persen di Sulawesi Selatan; dan  3,57 persen di Bali.

Selain itu,  3,47 persen di Jawa Timur; 2,90 persen di Kalimantan Utara; 2,74 persen di Sulawesi Tenggara; dan 2,20 persen di Jawa Tengah.

“Dan 23 provinsi lainnya sudah berada di bawah angka nasional,” ujarnya.

Jika dilihat dari perbedaan gender, jumlah perempuan lebih banyak mengalami buta aksara bila dibandingkan dengan laki-laki. Perempuan berusia 15 tahun ke atas yang mengalami buta huruf mencapai 2.258.990 orang  dan laki-laki sebanyak 1.157.703 orang.

“Kita berharap, dengan kegiatan literasi, angka buta aksara ini terus berkurang,” kata dia.

Wakil Ketua Panitia IBF 2019  dan juga Koordinator Humas Ikapi DKI, Syahruddin El-Fikri mengatakan pogram CSR dari berbagai lembaga itu, punya andil besar dalam mendorong masyarakat Indonesia menjadi lebih baik.

Bahkan, pada tahun 2015, terdapat 3,56 persen atau 5,7 juta penduduk yang mengalami buta aksara. Dan pada 2014, jumlah penduduk yang mengalami buta aksara mencapai 3,7 persen atau 5,9 juta orang.

Menurut Syahruddin, salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk mendorong minat masyarakat makin peduli pada literasi adalah budaya membaca.

“Jumlah buku masih sangat kurang, bahkan perpustakaan pun masih minim,” ujarnya.

Karena itu, Syahruddin mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menggalakkan budaya baca. Sebagaimana data UNESCO, minat baca masyarakat Indonesia sebesar 1/1000. Artinya, hanya ada satu orang di antara 1.000 penduduk yang mempunya minat baca tinggi terhadap buku.

“Mari kita bantu saudara-saudara kita yang memerlukan buku dengan memberi mereka buku. Panitia IBF 2019  akan menyediakan sarana prasarana bagi masyarakat yang mau berinfak atau berwakaf dalam pengadaan buku,” papar Syahruddin. (nat/republika/dbs/foto:jic)

 

Baca juga:

Undian Haji dan Umrah dari Kedubes Saudi Sedot Perhatian Pengunjung IIBF 2018

 

 

Responsive image
Other Article
gomuslim
Get it on the play store