:
:
News
DMI Bangun Kembali 25 Masjid Terdampak Gempa dan Tsunami di Palu

gomuslim.co.id - Sebanyak 25 masjid di daerah terdampak bencana gempa bumi, tsunami, dan likuefaksi di Sulawesi Tengah telah dibedah oleh Dewan Masjid Indonesia (DMI). Koordinator lapangan bedah masjid menyebut sebanyak 25 yang akan diaktifkan kembali.

Koordinator lapangan bedah masjid di Sulteng, Yadi Jetak menilai sejauh ini perkembangan hasil bedah tersebut sudah dilaporkan pada Ketua Umum DMI Jusuf Kalla (JK), Selasa (23/10/2018).

“Seluruh peralatan dan bantuan sudah difungsikan dan digunakan untuk membedah 25 masjid. Sayangnya, kebutuhan di lokasi terdampak masih banyak,” ujar Yadi.

Karena itu, dia meminta arahan pada JK ihwal apakah program bedah masjid masih berlanjut atau tidak. Berdasarkan arahan JK, program tersebut masih berlanjut. Saat ini, DMI masih menunggu bantuan donatur untuk melanjutkan program bedah masjid di Sulteng.

Berdasarkan data yang dikumpulkan di lapangan, terdapat 195 masjid yang rusak. Dari jumlah tersebut, sebanyak 50 masjid mengalami rusak berat.

“DMI tidak melakukan pembangunan masjid atau mushola. DMI hanya membedah dan mendirikan masjid semipermanen di lokasi terdampak,” tukasnya.

Dicontohkan Yadi, DMI memanfaatkan masjid yang masih memiliki material dengan menambah beberapa kebutuhan. Untuk masjid darurat, dibangun dari tenda dan kerangka besi. Sementara masjid semipermanen, terbuat dari rangka baja ringan. Kemudian, DMI menambah sejumlah peralatan, seperti, pengeras suara, terpal dan alas buat lantai.

Dalam hal ini, DMI bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI), TNI, Polri untuk menghidupkan masjid-masjid. Selain itu, DMI juga bekerja sama dengan donatur dalam mengaktifkan 25 masjid.

Terkait adanya bantuan pembangunan masjid dari Riyadh Bank, anggaran itu akan digunaan membangun masjid permanen. Selain Riyadh Bank, beberapa pengusaha Saudi juga akan menyumbang pembangunan masjid sesuai kemampuan.

Yadi menjelaskan DMI tidak akan mengubah atau mencari posisi baru untuk masjid. Sebab, DMI tidak ingin menjauhkan masjid dari umat Muslim.

“Kalau kita ini, kita dekatkan dengan masyarakat masjidnya. Tidak menjauhkan masyarakat dari masjidnya,” kata dia.

Pihaknya berharap lebih banyak donatur atau pengusaha Muslim tergerak membantu membedah masjid terdampak bencana di Sulteng. Hal itu tidak lain bertujuan untuk mengaktifkan kegiatan keagamaan Islam di sana, terutama sholat Jumat.

Salah satu alasan DMI memfokuskan membedah masjid di luar Kota Palu, sambung Yadi, karena Palu adalah tempat stategis mendapat bantuan.

“Yang kita kerjakan di pantai barat dekat pusat gempa, sama di Kabupaten Sigi yang pedalaman,” tandasnya. (nat/republika/dbs/foto:online24jam) 

 

Baca juga:

DMI Akan Bangun Masjid Semipermanen Tahan Gempa Pasca Bencana di Sulteng

 

 

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store