:
:
News
Ini Imbauan MUI Blitar Terkait Beredarnya Alquran Mini untuk Gantungan Kunci

gomuslim.co.id – Kasus Alquran mini dalam bentuk gantungkan kunci kembali mendapat sorotan. Alquran berukuran 5 X 5 sentimeter yang diperjualbelikan sebagai aksesori di salah satu toko di Kabupaten Blitar ini turut menjadi perhatian Majelis Ulama Indonesia (MUI) setempat.

Ketua MUI Kabupaten Blitar KH Zamroji mengimbau agar masyarakat tetap memperhatikan adab memperlakukan Alquran mini tersebut layaknya kitab suci umat muslim. “Besar atau kecil, mini atau tidak, walaupun hanya selembar saja, Alquran harus tetap diperlakukan secara mulia, sesuai dengan perilaku dan adab yang baik sebagaimana diatur dalam perintah agama,” ujarnya.

MUI mengeluarkan imbauan kepada pemilik maupun penjual aksesori tersebut agar tidak menggunakan Alquran untuk hal-hal yang mengurangi kemuliaan Alquran. “Karena bisa saja dengan menjadikannya aksesori, diletakkan secara sembarangan. Terinjak maupun hal-hal lain yang tidak sesuai dengan adab memperlakukan kitab suci dengan mulia,” ucapnya.

 

Baca juga:

Alquran Kuno Jadi Pusat Perhatian di Pekan Kebudayaan Aceh


MUI sendiri sejatinya tidak melarang warga memiliki Alquran mini. Sebab, Alquran dengan umat Islam ibarat ikan dengan air yang tidak bisa dipisahkan. “Hanya, jangan sampai Alquran mini tidak dimuliakan. Menurut dia, meski ukurannya kecil, Alquran mini merupakan karunia dan rahmat Allah SWT berisikan firman Allah yang mulia, tinggi, dan agung,” pesannya.

Untuk itu, wajib umat muslim memuliakan Alquran dengan baik dan beradab serta menghormatinya lebih dari apa pun dengan sikap, perilaku, adab, etika, dan akhlak yang baik.

Terkait hal itu, dia mengimbau kepada pemilik, penjual, dan siapa pun untuk memperlakukan Alquran mini dengan baik dan tidak menggunakan Alquran untuk hal-hal yang akan mengurangi kemuliaan Alquran. "Jika tidak memuliakan Alquran mini, akan mengakibatkan dosa dan masuk kategori pelecehan agama,” ucapnya

Dengan beredarnya Alquran mini, MUI meminta masyarakat tetap bijaksana dalam menyikapi masalah ini, agar kondusivitas wilayah Kabupaten Blitar tetap terjaga. “Terkait dengan Alquran digital baik di ponsel maupun di komputer, kami juga mengimbau agar diperlakukan sebagaimana mushaf Alquran manakala progamnya sedang aktif atau terbaca di layar,” pungkasnya.

Sebelumnya, kasus Alquran yang dijadikan gantungan kunci ini pun menjadi sorotan MUI Sumatra Barat (Sumbar). Bahkan, Kepolisian Resor Kota Pariaman sempat melakukan penyitaan Alquran mini tersebut. Aparat mengimbau masyarakat agar tidak terprovokasi atas dugaan kasus tersebut karena dikhawatirkan menimbulkan konflik Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA). (njs/malangtimes/antara/foto:tribun)

 

Baca juga:

Tiru Dubai, Pemkot Malang Siap Bangun Museum Alquran 4D

 

 

 

 

Responsive image
Other Article
gomuslim
Get it on the play store