:
:
News
Film Never Leave Me Awali Pembukaan Madani Film Festival 2018

gomuslim.co.id - Film berjudul Never Leave Me mengawali Pembukaan Madani Film Festival di Djakarta Theater XXI, Jakarta, Rabu (17/10/2018). Banyak penonton yang menangis ketika film garapan sutradara perempuan asal Bosnia-Herzegovina, Aida Begic itu diputar.

Film ini bercerita tentang kisah nyata nasib anak-anak pengungsi perang Suriah di perbatasan Turki. Menurut Aida Begic, para pemeran dalam filmnya itu adalah benar-benar pengungsi Suriah yang kehilangan orang tuanya akibat perang berkepanjangan.

Dia mengatakan bisa merasakan kepedihan anak-anak Suriah sebagaimana orang Bosnia yang pernah mengalami perang pada tahun 1990-an. "Ini adalah kisah nyata, mereka benar-benar pengungsi yatim piyatu. Meski begitu, memiliki bakat dan kepercayaan diri dalam film ini. Kami tahu ini berat untuk mereka, terlebih kami orang Bosnia bisa merasakan bagaimana rasanya akibat perang lebih dari dua puluh tahun lalu," ujarnya.

Meski demikian, dia mengatakan kehidupan harus terus berjalan meski perang berkecamuk. Anak-anak Suriah yang menjadi pengungsi harus dapat meraih masa depannya.

Saat ini sejumlah pemeran dalam filmnya itu mendapatkan bantuan pendidikan yang lebih baik. "Bersyukur bahwa ada dampak positif dari pembuatan film ini," kata dia.

Aida mengatakan filmnya Never Leave Me bercerita mengenai kemanusiaan lintas ras dan agama. Terdapat kenyataan bahwa perang seperti apapun akan mengorbankan banyak hal, termasuk anak-anak.

 

Baca Juga:

Madani Film Festival Hadirkan Ragam Kisah Komunitas Muslim Dunia 


Film tersebut menceritakan tentang nasib Isa (14 tahun) yang masuk ke panti asuhan setelah ibunya meninggal. Sementara ayahnya juga sudah meninggal dan adiknya terluka saat mereka bertiga terkena ledakan bom ketika mengendarai mobil di salah satu kawasan di Suriah yang dikira aman.

Hubungan Isa dengan teman-teman baru di panti yakni Ahmad (11 tahun) dan Motaz (10 tahun) tidak akur. Kendati begitu dua orang baru itu lama-kelamaan menjadi teman Isa.

Ayah Ahmad sendiri hilang di Suriah tetapi dia tidak pernah patah arang akan harapan bisa bertemu dengannya suatu hari nanti meski tidak ada kejelasan.

Sementara Motaz, merasa dirinya sangat berbakat untuk bisa ikut ajang kompetisi menyanyi di Turki. Dia ikut ajang itu setelah pengasuhnya di panti mendapatkan sponsor untuk bisa mentas di kontes tersebut.

Satu benang merah dari pertemanan memilukan tiga anak itu adalah mereka ingin beranjak dari panti asuhan dan memulai kehidupan yang lebih baik.

Sutradara Aida Begic mengatakan filmnya itu diikutkan untuk Academy Award 2019 kategori sinema non-Bahasa Inggris. Harapannya, dia bisa berprestasi di ajang penghargaan film bergengsi tersebut.

Filmnya sendiri telah mentas di berbagai festival film di berbagai negara. Aida mengatakan senang filmnya bisa menjadi pembuka untuk Madani Film Festival yang digelar pada 17-21 Oktober 2018 di Jakarta.

Selain film itu, terdapat film lain garapan sineas Indonesia yang akan diputar seperti "Titian Serambut Dibelah Tujuh" karya Chaerul Umam. Juga terdapat "Laa Tahzan" (Danial Rifki), "Haji Backpacker" (Danial Rifki), "Mencari Hilal" (Ismail Basbeth), "The Blindfold" atau "Mata Tertutup" (Garin Nugroho), "Bid'ah Cinta" (Nurman Hakim), "Pengantin" (Noor Huda Ismail) dan satu pemutaran film kejutan karya Garin Nugroho. (njs/antara/foto:hollywoodreporter)

 

Responsive image
Other Article
Responsive image